KALIMANTAN SELATAN — Kebakaran dilaporkan pertama kali oleh seorang warga bernama Joko pada pukul 14.23 WIB. Tak berselang lama, unit dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan langsung meluncur ke titik lokasi di Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi.
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, membenarkan bahwa objek yang terbakar adalah toko material. "Objek yang terbakar adalah toko material," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).
Untuk mengendalikan kobaran api, sebanyak 21 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Rinciannya, 13 unit merupakan mobil pompa dan delapan unit lainnya adalah kendaraan pendukung operasi.
Total personel yang terlibat dalam operasi pemadaman kali ini mencapai 109 orang. Mereka bekerja secara bergantian untuk memastikan pasokan air dan akses ke titik api tetap optimal di tengah kepadatan pemukiman.
Hingga berita ini diturunkan, api belum sepenuhnya berhasil dijinakkan. Asril Rizal menyatakan status kebakaran masih merah, yang berarti proses pemadaman masih berlangsung intensif di lapangan.
"Status merah, proses pemadaman masih berlangsung," kata Asril.
Petugas saat ini memprioritaskan upaya pelokalisasian agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar toko material. Kawasan Karet Kuningan dikenal sebagai area dengan kepadatan bangunan yang cukup tinggi, sehingga risiko perambatan menjadi perhatian utama.
Hingga Selasa sore, penyebab kebakaran masih dalam tahap pendataan oleh petugas terkait. Tim investigasi dari Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan belum bisa memastikan sumber api apakah berasal dari korsleting listrik, kebocoran gas, atau faktor lainnya.
Luas area yang terbakar serta jumlah bangunan yang terdampak juga masih dihimpun di lokasi kejadian. Sementara itu, informasi mengenai ada tidaknya korban luka maupun korban jiwa masih dalam proses verifikasi oleh petugas di lapangan.