BANJARBARU — Pemerintah Kota Banjarbaru kembali memperkuat komitmennya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi. Langkah konkret diwujudkan melalui partisipasi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (22/6) di Aula Trisakti Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru.
Rakor tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, bersama jajaran perangkat daerah terkait. Fokus utama pertemuan adalah menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga serta kelancaran distribusi bahan pokok.
Sirajoni menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan prioritas pemerintah daerah karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama pada daya beli rumah tangga.
“Pemerintah Kota Banjarbaru akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar inflasi tetap terkendali. Kami juga memastikan ketersediaan pasokan pangan dan melakukan pemantauan harga secara rutin sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang stabil,” ujar Sirajoni dalam sambutannya.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Pemkot Banjarbaru tidak hanya mengandalkan mekanisme pasar, tetapi juga intervensi aktif melalui pemantauan berkala dan penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Sebagai daerah penyangga ekonomi di Kalimantan Selatan, Banjarbaru menjalankan sejumlah langkah strategis untuk menekan laju inflasi. Upaya tersebut meliputi:
Langkah-langkah ini diharapkan mampu menekan potensi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan atau saat cuaca ekstrem.
Pemkot Banjarbaru menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga. Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga pelaku usaha, distributor, dan masyarakat diharapkan berperan aktif.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan, pemerintah optimistis stabilitas harga dapat terus terjaga. Hal ini dinilai krusial untuk memberikan rasa aman dan kepastian bagi warga Banjarbaru dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani kenaikan harga yang signifikan.
Rakor ini menjadi bagian dari agenda nasional pengendalian inflasi yang dikoordinasikan oleh pemerintah pusat. Banjarbaru, sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi cukup dinamis di Kalsel, menjadi perhatian khusus dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.