BANJARMASIN — Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meresmikan operasional Bank Devisa di Bank Kalsel dengan melakukan setoran perdana rekening valuta asing (valas) dalam bentuk dolar Amerika Serikat, Senin di Kantor Pusat Bank Kalsel, Banjarmasin.
Peresmian ini menjadi tonggak baru bagi Bank Kalsel yang resmi berstatus sebagai bank devisa setelah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.
“Alhamdulillah, hari ini beliau berkenan meluncurkan operasional Bank Devisa dan mengimbau seluruh masyarakat untuk mendukung keberadaan Bank Kalsel sebagai bank devisa. Ini merupakan bentuk upaya kita dalam mendukung perkembangan ekonomi daerah di Kalimantan Selatan,” ujar Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, dalam sambutannya.
Dengan status barunya, Bank Kalsel kini dapat melayani transaksi internasional yang sebelumnya hanya bisa diakses melalui bank nasional atau swasta besar. Fachrudin menyebutkan beberapa layanan unggulan yang siap dioperasikan.
“Harapan kami, masyarakat Kalimantan Selatan dapat mendukung keberadaan Bank Devisa ini. Nantinya kegiatan ekspor-impor, layanan remitansi, serta simpanan dalam bentuk valuta asing bisa kami layani dengan baik,” kata Fachrudin.
Fachrudin mengungkapkan bahwa peluncuran operasional bank devisa ini semula dijadwalkan pada 17 Juni 2026. Namun, agenda tersebut diundur menyesuaikan jadwal Gubernur Kalimantan Selatan yang sedang melaksanakan tugas luar daerah.
Dengan dimajukannya jadwal, Bank Kalsel diharapkan mampu mempercepat perluasan layanan perbankan dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta pelaku usaha yang memiliki hubungan transaksi dengan luar negeri.
Kehadiran bank devisa di tingkat provinsi dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mulai merambah pasar ekspor.