BARABAI — Komisi I DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar reses di beberapa titik untuk menjaring aspirasi warga. Dalam pertemuan yang berlangsung di beberapa desa, tiga isu utama mendominasi: kerusakan jalan penghubung antardesa, saluran irigasi tersumbat, dan keterbatasan alat mesin pertanian (alsintan).
Warga dari Kecamatan Batang Alai Selatan dan Labuan Amas Utara mengeluhkan akses jalan yang berlubang dan belum dihotmix. Kondisi ini dinilai menghambat mobilitas, terutama saat musim hujan. “Kami minta perbaikan jalan desa, karena kalau hujan becek dan licin. Hasil pertanian juga susah diangkut,” ujar seorang perwakilan warga dalam forum reses tersebut.
Selain jalan, saluran irigasi di beberapa titik disebut sudah tidak optimal. Air tidak mengalir lancar ke sawah, sehingga petani kesulitan mengatur jadwal tanam. Komisi I mencatat setidaknya ada lima desa yang mengeluhkan hal serupa.
Menanggapi keluhan itu, Ketua Komisi I DPRD HST, Muhammad Yani, menyatakan aspirasi warga akan diperjuangkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun ini. Ia mengakui bahwa perbaikan infrastruktur dan sektor pertanian membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit.
“Kami sudah catat semua masukan. Ini akan kami bawa ke rapat dengan dinas terkait. Prioritas utama adalah perbaikan jalan yang menghubungkan sentra produksi pertanian dengan pasar,” ujar Yani. Ia menambahkan bahwa Komisi I akan mendorong agar program padat karya tunai juga bisa diarahkan untuk perbaikan infrastruktur desa.
DPRD HST berencana mengundang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pertanian dalam waktu dekat. Tujuannya, memetakan skala prioritas dan menghitung estimasi anggaran perbaikan. Yani memastikan bahwa keluhan warga tidak akan berhenti di meja komisi, melainkan akan ditindaklanjuti hingga tahap penganggaran.
Reses ini merupakan agenda rutin anggota DPRD untuk menyerap aspirasi konstituen di masa sidang pertama tahun 2025. Warga berharap janji yang disampaikan tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi benar-benar direalisasikan demi kelancaran aktivitas ekonomi dan pertanian di HST.