KALIMANTAN SELATAN — Keluarga asal Villa Bogor Indah, Kelurahan Ciparigi, Kota Bogor itu tiba di Pantai Pasir Putih untuk berlibur. Sekitar pukul 16.20 WIB, Jumat (19/6), Ahmad bersama Tobi berenang di area muara yang terhubung langsung dengan Samudera Hindia. Arus deras dan gelombang pasang diduga menjadi penyebab keduanya terseret hingga tenggelam.
Komandan Pos TNI AL (Danposal) Ujunggenteng, Lettu Laut (P) Andri Kurniawan, mengatakan jenazah Ahmad ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal kejadian. “Korban atas nama Ahmad Efendi ditemukan Sabtu pagi sekitar pukul 08.40 WIB di sekitar Pantai Pasir Putih,” ujarnya. Pencarian terhadap Tobi masih berlangsung hingga Sabtu siang.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Pos TNI AL Ujunggenteng, Polsek Ciracap, BPBD, Balawista, dan relawan kebencanaan langsung bergerak setelah menerima laporan. Mereka menyisir kawasan muara, garis pantai, hingga perairan sekitar lokasi sejak Jumat malam.
Menurut Andri, lokasi kejadian memiliki karakteristik arus kuat, terutama saat air laut pasang. Muara Cipanarikan merupakan titik pertemuan aliran sungai dengan gelombang Samudera Hindia, menciptakan arus tarik yang sulit dilawan perenang biasa. Ia mengimbau wisatawan untuk tidak berenang di area tersebut.
“Kami mengimbau para wisatawan untuk selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak berenang di area yang memiliki arus kuat, terutama di sekitar muara sungai yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia,” kata Andri. Imbauan ini kerap diabaikan, terutama saat liburan akhir pekan.
Ahmad Efendi, seorang karyawan swasta, datang berwisata bersama istri dan kedua anaknya. Ia dan Tobi menjadi korban arus saat berenang. Hingga Sabtu siang, operasi pencarian terhadap Tobi Efendi masih berlangsung dengan melibatkan unsur SAR gabungan di wilayah Pantai Pasir Putih Pangumbahan, Kecamatan Ciracap.
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi. Penyisiran darat maupun laut terus diperluas. Tim SAR berharap cuaca mendukung proses pencarian, meski gelombang di pesisir selatan Sukabumi dikenal tidak menentu.