Anak Usaha ITM Sukses Gelar Festival Lou Bentian 2026, Warga Dayak Antusias Ramaikan Lomba Sumpit hingga Fashion Show

Penulis: Andi Pratama  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 21:59:31 WIB
Warga Dayak memeriahkan Festival Lou Bentian 2026 dengan lomba menyumpit dan fashion show busana adat.

KALIMANTAN SELATAN — Kecamatan Bentian Besar, Kutai Barat, berubah menjadi panggung budaya selama sepekan penuh. Ribuan warga dari sembilan kampung kompak mengenakan busana adat dan memadati Lou Bentian, rumah panjang khas Suku Dayak yang menjadi pusat kegiatan. Mereka tak sekadar menjadi penonton, tetapi juga peserta aktif dalam lomba menyumpit, belogo, begasing, tari tradisional, hingga fashion show busana adat.

Kolaborasi Tiga Perusahaan dan Masyarakat Adat

Festival ini lahir dari inisiatif TCM, BEK, dan TIS—tiga anak usaha ITM di area Melak. Mereka bekerja sama dengan tokoh adat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat untuk menghidupkan kembali tradisi yang mulai tergerus zaman. "Festival Lou Bentian bukan sekadar rangkaian acara budaya, tetapi menjadi wujud nyata semangat bersama dalam menjaga identitas, mempererat persatuan, dan menjaga kearifan lokal," ujar Iman Mandiri, Kepala Teknik Tambang BEK, saat penutupan.

Semangat itu terlihat dari tradisi rurant, acara makan bersama yang menyatukan tamu undangan dan warga. Lemang dan badong menjadi hidangan utama yang disantap di atas lesepan panjang. Suasana makin semarak saat parade sembilan kampung melintasi area Lou Bentian, memperkenalkan simbol dan pakaian khas masing-masing wilayah.

Dampak Ekonomi dan Harapan Jadi Agenda Tahunan

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, festival ini memberikan panggung bagi pelaku UMKM lokal. Mereka bisa memperkenalkan produk dan kuliner khas Bentian kepada pengunjung dari luar daerah. Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat, Kamius Junaidi, menyebut acara ini berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata. "Kehadiran Lou Bentian menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat. Kami berharap festival ini bisa menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender pemerintah daerah," katanya.

Harapan serupa disampaikan Valerina, siswi kelas X SMA Negeri 1 Bentian Besar. "Acaranya seru! Saya dan teman-teman jadi dapat banyak teman baru dan pengetahuan baru. Kami jadi berani mencoba hal baru, seperti ikut lomba menyumpit, menari, belogo, dan bersosialisasi dengan orang banyak," ujarnya penuh semangat.

Rumah Panjang sebagai Pusat Aktivitas Lintas Generasi

Lou Bentian bukan sekadar bangunan fisik. Rumah panjang ini dirancang sebagai ruang hidup yang membuka interaksi antarwarga, sekaligus wadah berkumpul lintas generasi. Lewat festival ini, TCM, BEK, dan TIS menegaskan komitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat melalui inisiatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan potensi lokal. Semoga semangat yang terbangun selama sepekan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus hidup dalam keseharian masyarakat Bentian Besar.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top