KALIMANTAN SELATAN — Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat memuncaki QS World University Rankings 2026 untuk bidang studi dan riset. Kampus yang memiliki 1.000 tenaga pengajar dan lebih dari 11.000 mahasiswa dari berbagai negara ini juga menempati peringkat ke-43 dalam kategori keberlanjutan.
Untuk tahun akademik 2025–2026, biaya program sarjana MIT mencapai USD 89.340 per tahun. Jika dikonversi dengan kurs Rp16.000, angkanya menyentuh Rp1,43 miliar. Angka itu sudah mencakup tempat tinggal, konsumsi, dan kebutuhan studi selama satu tahun. Sementara untuk program pascasarjana seperti Master of Science, biayanya lebih tinggi lagi, yakni USD 138.310 atau sekitar Rp2,21 miliar per tahun.
MIT juga memiliki 12 museum dan galeri, termasuk MIT Museum yang menarik sekitar 125.000 pengunjung setiap tahun. Aktivitas mahasiswa di luar kelas juga padat dengan lebih dari 60 komunitas seni, mulai dari musik hingga teater.
Imperial College London menempati posisi kedua secara global dalam pemeringkatan kali ini. Kampus yang berbasis di Inggris ini unggul di bidang sains, teknik, kedokteran, dan bisnis. Metode pembelajarannya berfokus pada riset dan penerapan langsung terhadap tantangan global.
Lebih dari 60 persen mahasiswa Imperial berasal dari luar Inggris, menjadikannya salah satu kampus dengan komunitas internasional terkuat. Biaya kuliah bervariasi: program BSc Economics, Finance and Data Science sebesar GBP 42.700 per tahun, sementara Executive MBA mencapai GBP 80.500 per tahun.
Stanford University yang sebelumnya berada di posisi kedua kini turun ke peringkat ketiga. Kampus asal California ini menerima lebih dari 7.000 mahasiswa sarjana dan 9.000 mahasiswa pascasarjana setiap tahunnya.
Salah satu kejutan dalam QS Ranking 2026 datang dari Asia. Sunway University di Malaysia berhasil melonjak lebih dari 120 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini menunjukkan bahwa persaingan antarperguruan tinggi tidak lagi didominasi oleh institusi dari Amerika dan Eropa saja.
Dari total 1.500 universitas yang masuk pemeringkatan, sekitar 500 institusi tercatat mengalami peningkatan posisi. Artinya, peta persaingan pendidikan tinggi global terus berubah setiap tahun.
Bagi calon mahasiswa Indonesia, memilih kampus yang masuk jajaran atas QS bukan sekadar mengikuti tren. Universitas dengan peringkat tinggi umumnya memiliki standar pengajaran ketat, dosen berpengalaman, dan jaringan alumni global. Faktor-faktor ini bisa menambah nilai dalam CV serta membuka peluang karier di tingkat internasional.
Meski biaya pendidikan di kampus top dunia terbilang tinggi, beberapa institusi menawarkan beasiswa atau program bantuan keuangan. Calon mahasiswa disarankan mengecek skema pendanaan langsung di situs resmi masing-masing universitas sebelum mengambil keputusan.