Rupiah Terus Melemah ke Rp 17.864, Simak Kurs Dollar Terbaru di BCA, Mandiri, dan BNI

Penulis: Andi Pratama  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 11:13:01 WIB
Rupiah melemah ke posisi Rp 17.864 per dolar AS berdasarkan data terbaru per pukul 09.38 WIB.

KALIMANTAN SELATAN — Bagi pelaku bisnis dan investor yang hendak melakukan transaksi valuta asing hari ini, berikut kurs jual dan beli dolar AS di tiga bank utama yang dirangkum per pukul 09.38 WIB.

BCA menawarkan tiga kategori kurs. Untuk transaksi melalui e-Banking (e-Rate), BCA mematok kurs beli di Rp 17.878 dan kurs jual Rp 17.898 per dolar AS. Sementara untuk transaksi tunai di kantor cabang (TT Counter & Bank Notes), kurs beli berada di Rp 17.690 dan kurs jual Rp 17.940. BCA juga menyediakan special rate untuk nasabah dengan transaksi ekuivalen di atas US$ 25.000, dengan kurs beli Rp 17.865 dan kurs jual Rp 17.895.

Bank Mandiri menawarkan special rate dengan spread lebih tipis. Kurs beli tercatat di Rp 17.865 dan kurs jual Rp 17.895. Untuk transaksi di kantor cabang (TT Counter), Mandiri mematok kurs beli Rp 17.640 dan kurs jual Rp 17.940. Sedangkan untuk penukaran uang kertas asing (Bank Notes), kurs beli berada di level Rp 17.625 dan kurs jual Rp 17.925.

BNI juga memiliki struktur kurs serupa dengan dua bank lainnya, dengan catatan bahwa kurs indikasi untuk nominal besar dapat berbeda dan nasabah disarankan menghubungi cabang untuk mendapatkan kepastian kurs.

Mengapa Rupiah Terus Melemah Meski IHSG Menguat?

Fenomena divergensi antara rupiah dan IHSG pagi ini menarik dicermati. Biasanya, penguatan indeks saham turut mendorong kepercayaan terhadap rupiah. Namun, kali ini tekanan eksternal dari penguatan indeks dolar AS (DXY) lebih dominan. Aliran modal asing yang masuk ke pasar saham belum cukup kuat untuk menahan laju pelemahan rupiah di pasar spot.

Dari sisi domestik, pelaku pasar masih mencermati data cadangan devisa dan kebijakan Bank Indonesia ke depan. Stabilitas kurs menjadi fokus utama otoritas moneter, terutama di tengah ketidakpastian arah suku bunga acuan global.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor dan Pelaku Bisnis?

Bagi importir atau perusahaan yang memiliki kewajiban dalam dolar AS, pelemahan rupiah ini berarti beban biaya yang lebih tinggi. Sebaliknya, eksportir justru diuntungkan karena penerimaan dalam dolar AS bernilai lebih besar dalam rupiah.

Investor yang memiliki portofolio valas disarankan untuk mencermati pergerakan kurs di level psikologis Rp 17.900. Jika rupiah terus tertekan menembus level tersebut, potensi intervensi Bank Indonesia melalui mekanisme pasar atau instrumen moneter bisa menjadi katalis yang mengubah arah pergerakan.

Perlu diingat, kurs yang tercantum di atas adalah kurs indikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk transaksi riil dengan nilai nominal besar, nasabah disarankan menghubungi langsung cabang bank terkait untuk mendapatkan kurs yang berlaku saat transaksi efektif.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top