KALIMANTAN SELATAN — Johan Rosihan mendampingi puluhan delegasi muda dalam prosesi kurban Idul Adha 1447 Hijriah yang berpusat di Rumah Aspirasinya, Sumbawa Besar. Para peserta terjun langsung menangani seluruh rangkaian, mulai dari penyembelihan, pengemasan daging, hingga distribusi ke warga di Kelurahan Seketeng dan Kelurahan Pekat, Kabupaten Sumbawa.
Politisi Senayan itu menilai pengalaman langsung di lapangan merupakan kurikulum paling efektif untuk membentuk karakter. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya dibekali kecerdasan intelektual di ruang kelas.
"Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan kepada generasi muda karena mereka adalah calon pemimpin masa depan bangsa," ujar Johan dalam keterangan resminya, Minggu (31/5/2026).
Johan menegaskan bahwa cetak biru pembangunan nasional tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur fisik dan ekonomi. Ia menyebut investasi paling krusial bagi negara justru terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pembentukan mentalitas yang berintegritas, solider, dan gemar bergotong royong.
Di tengah gempuran era digital yang serba instan, legislator ini menekankan bahwa anak muda membutuhkan lebih banyak ruang belajar yang menyentuh realitas sosial. Aktivitas seperti penyaluran kurban dinilai menjadi wadah strategis untuk memupuk kepekaan sosial sekaligus memperkokoh pilar kebangsaan berbasis persaudaraan.
Johan berharap modal pengalaman dari Sekolah Pilar Muda ini dapat menempa kapasitas kepemimpinan peserta didik. Indonesia, lanjutnya, memerlukan figur masa depan yang kreatif, cerdas, sekaligus berkomitmen penuh menjadi solusi atas tantangan bangsa.
"Kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang dekat dengan rakyat, memahami kebutuhan masyarakat, serta mampu menjadikan nilai-nilai kepedulian dan pengabdian sebagai fondasi kepemimpinannya. Semangat kurban harus menjadi semangat berbagi, melayani, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa," tutup Johan Rosihan.