Omzet Bumbu Masak di Pasar Bauntung Banjarbaru Naik Tiga Kali Lipat Usai Iduladha, Bumbu Rawon dan Rendang Paling Diburu

Penulis: Eko Saputro  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:04:08 WIB
Omzet bumbu masak di Pasar Bauntung Banjarbaru naik tiga kali lipat pasca Iduladha.

BANJARBARU — Gelombang daging kurban yang dibagikan usai Iduladha pekan lalu mendorong perputaran uang di Pasar Bauntung, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Para pedagang bumbu masak tradisional mencatat kenaikan omzet hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa, dengan bumbu rendang dan rawon menjadi barang paling laris.

Lonjakan Permintaan sejak H+1 Iduladha

Sejak Senin pagi pasca salat Id, lapak-lapak bumbu di Pasar Bauntung tak sepi pembeli. Para ibu rumah tangga hingga pemilik warung makan berdatangan untuk membeli bumbu jadi yang siap pakai. Seorang pedagang menyebut, dalam sehari ia bisa menghabiskan stok bumbu yang biasanya bertahan tiga hari.

“Biasanya jual 10 kilogram bumbu kering sehari, sekarang bisa 30 kilogram lebih. Paling banyak bumbu rendang dan rawon,” ujar salah satu penjual di lokasi.

Bumbu Rendang dan Rawon Mendominasi

Dari pantauan di pasar, bumbu rendang dan rawon mendominasi transaksi. Kedua jenis bumbu ini dianggap paling praktis untuk mengolah daging kurban dalam jumlah besar. Warga tak perlu meracik sendiri rempah-rempah seperti lengkuas, serai, kunyit, dan kemiri yang memakan waktu.

“Daging kurban biasanya banyak, kalau dimasak rendang atau rawon bisa awet dan rasanya enak. Tinggal beli bumbu jadi, masaknya juga lebih cepat,” kata seorang pembeli yang membawa dua kantong plastik berisi bumbu.

Harga Bumbu Stabil, Stok Aman

Meski permintaan melonjak, harga bumbu masak di Pasar Bauntung disebut masih stabil. Bumbu rendang dan rawon kemasan kecil dibanderol Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per bungkus, tergantung ukuran dan jumlah rempah di dalamnya. Para pedagang mengaku stok bahan baku seperti cabai, bawang, dan kemiri masih mencukupi dari pemasok lokal.

Fenomena ini menjadi pemandangan tahunan di pasar tradisional Banjarbaru setiap Iduladha. Lonjakan omzet biasanya bertahan hingga satu pekan ke depan, seiring masih banyaknya warga yang menyimpan daging kurban di lemari pendingin untuk diolah bertahap.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top