KOTABARU — Panen perdana udang vaname di Tambak Klaster Sinar Empang berlangsung di Desa Sungai Limau, Kecamatan Pulau Laut Timur, pekan lalu. Kegiatan ini dihadiri langsung jajaran Pemkab Kotabaru dan dinas terkait.
Keberhasilan panen perdana ini menjadi indikator awal bahwa teknologi tambak modern yang diterapkan di kawasan tersebut berfungsi optimal. Para pembudidaya di klaster itu kini optimistis mampu mencapai target produksi hingga 50 ton per siklus panen.
Tambak Klaster Sinar Empang menggunakan sistem budidaya intensif dengan pengelolaan kualitas air dan pakan yang terukur. Pendekatan ini berbeda drastis dari tambak tradisional yang sangat bergantung pada kondisi alam.
Pemkab Kotabaru melalui dinas terkait mendorong adopsi teknologi ini sebagai solusi meningkatkan kesejahteraan petambak. Ke depan, model serupa rencananya akan direplikasi di desa-desa pesisir lain di Pulau Laut Timur.
Dengan produktivitas yang lebih tinggi dan siklus panen yang lebih pendek, pendapatan petambak di klaster ini diperkirakan melonjak drastis. Sebelumnya, banyak pembudidaya di kawasan itu hanya mengandalkan tambak semi-intensif dengan hasil yang jauh lebih rendah.
Pemerintah daerah juga menjamin akses pasar dan pendampingan teknis berkelanjutan bagi para anggota klaster. Hal ini untuk memastikan hasil panen tidak hanya melimpah, tetapi juga terserap pasar dengan harga yang kompetitif.
Keberhasilan panen perdana ini menjadi modal awal bagi pengembangan kawasan perikanan budidaya di Kotabaru. Pemkab menargetkan seluruh klaster tambak modern di Pulau Laut Timur bisa beroperasi penuh dalam dua tahun ke depan.