Cosplay Tuyul di Jalan A Yani Banjarmasan Dibubarkan Polisi, 3 Pemuda Ditegur Langsung

Penulis: Budi Santoso  •  Senin, 25 Mei 2026 | 11:53:42 WIB
Polresta Banjarmasin membubarkan aksi cosplay tuyul di Jalan A Yani dini hari tadi.

BANJARMASIN — Patroli antisipasi gangguan kamtibmas yang digelar Polresta Banjarmasin pada Minggu dini hari berujung pada pembubaran aksi cosplay tak lazim. Sekelompok pemuda yang berdandan mirip tuyul dan tengah berfoto ria di badan jalan langsung disambangi petugas.

Kronologi Pembubaran di Jalan Protokol

Kasi Humas Polresta Banjarmasin Ipda Adi H.S, S.H. mengatakan para pemuda tersebut ditemukan saat personel sedang melakukan patroli rutin di kawasan Jalan A Yani. Mereka terlihat sedang berfoto dengan kostum yang menyerupai makhluk halus tuyul.

“Langsung kami sambangi dan kita berikan teguran,” ucap Ipda Adi, Minggu (24/5/2026) malam.

Alasan Polisi Bertindak Tegas

Pembubaran dilakukan bukan tanpa alasan. Pihak kepolisian menilai lokasi dan waktu aksi sangat berisiko. Jalan A Yani merupakan salah satu jalur utama di Banjarmasin yang masih ramai dilintasi kendaraan, bahkan di tengah malam.

“Aksi para pemuda ini berpotensi membahayakan mereka dan pengguna jalan,” jelas Ipda Adi.

Setelah diberikan teguran, rombongan pemuda tersebut diminta membubarkan diri. Mereka juga diingatkan agar tidak mengulangi perbuatan serupa yang bisa mengganggu ketertiban umum atau menimbulkan keresahan di masyarakat.

Imbauan untuk Generasi Muda Banjarmasin

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi anak muda di Kota Seribu Sungai untuk lebih bijak dalam menyalurkan kreativitas. Polresta Banjarmasin mengimbau agar pembuatan konten atau kegiatan serupa tetap memperhatikan etika di ruang publik dan keselamatan bersama.

“Jika ingin membuat konten, pastikan tidak meresahkan dan tetap menjaga etika di ruang publik,” imbuh Kasi Humas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai pemanggilan atau pemeriksaan lebih lanjut terhadap para pemuda tersebut. Kasus ini ditutup dengan teguran lisan dan pembubaran di tempat.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: jejakrekam.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top