AMUNTAI — Gigitan ular berbisa itu terjadi ketika korban berjalan di area yang tergenang air di depan kediamannya. Dalam kondisi gelap dan air keruh, ia tidak menyadari keberadaan ular kadut yang tengah berada di permukaan genangan. Ular tersebut kemudian melancarkan serangan hingga menyebabkan luka gigitan yang membutuhkan penanganan medis segera.
Ular kadut, yang juga dikenal dengan nama ular bakau atau ular air, merupakan spesies yang umum ditemukan di perairan tawar dan rawa-rawa di Kalimantan. Reptil ini memiliki bisa yang cukup kuat dan kerap kali tidak sengaja terinjak atau tersentuh manusia saat air meluap ke pemukiman. Musim banjir seperti saat ini meningkatkan risiko interaksi antara warga dan satwa liar yang kehilangan habitat aslinya.
Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan serum anti bisa ular. Tim medis setempat masih melakukan observasi untuk memantau perkembangan kondisi korban. Pihak desa pun mengimbau warga untuk selalu menggunakan alat penerangan seperti senter atau lampu kepala saat beraktivitas di malam hari, terutama di area yang tergenang banjir.
"Kami mengingatkan warga untuk lebih waspada, terutama saat malam hari. Jika terpaksa melintasi genangan, gunakan alas kaki yang tebal dan usahakan membawa tongkat untuk mendeteksi keberadaan ular di depan," ujar salah satu perangkat desa setempat.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pertolongan pertama yang keliru, seperti menyedot racun dengan mulut atau memotong bagian luka. Langkah yang benar adalah segera membawa korban ke puskesmas atau rumah sakit terdekat, menjaga bagian yang tergigit tetap tenang dan tidak digerakkan, serta melepas aksesori atau pakaian ketat di sekitar area luka untuk mengantisipasi pembengkakan.
Peristiwa gigitan ular saat banjir bukanlah hal baru di wilayah Kalimantan Selatan. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir membuat sejumlah desa di Kabupaten HSU terendam banjir, memaksa satwa liar seperti ular untuk mencari tempat yang lebih tinggi dan kerap kali masuk ke pemukiman warga.