Wali Kota Banjarbaru Bagikan 500 Bibit Cabai dan Terong ke Warga, Dorong Pekarangan Jadi Lumbung Pangan Keluarga

Penulis: Deni Kurniawan  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 17:10:01 WIB
Wali Kota Banjarbaru membagikan 500 bibit cabai dan terong kepada warga di Komplek Cahaya Ratu Elok.

BANJARBARU — Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, turun langsung ke lapangan membagikan bibit cabai dan terong kepada warga di Komplek Cahaya Ratu Elok, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Rabu (20/5/2026). Kegiatan bertajuk “Kartini Hebat Banjarbaru” ini menjadi simbol baru gerakan ketahanan pangan dari halaman rumah.

“Mudah-mudahan bibit yang diberikan bisa berhasil sampai panen, saya berharap tanaman ini ditanam di halaman rumah masing-masing,” ujar Lisa di sela pembagian bibit.

Mengapa Cabai dan Terong Jadi Pilihan Utama?

Dua komoditas ini dipilih bukan tanpa alasan. Cabai dan terong termasuk bahan pokok yang harganya kerap fluktuatif dan menyumbang inflasi di Kalimantan Selatan. Dengan menanam sendiri, warga tak perlu lagi bergantung sepenuhnya pada pasar saat harga melonjak.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, serta Ketua TP PKK Kota Banjarbaru, Riandy Hidayat, turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah kota dan provinsi dalam program pemberdayaan perempuan.

Ibu Rumah Tangga Jadi Garda Terdepan

Program ini menyasar langsung ibu-ibu rumah tangga. Mereka didorong agar lebih kreatif mengelola halaman rumah—meski hanya seluas 2×3 meter—untuk menanam sayuran bernilai ekonomi. Hasil panen nantinya bisa dikonsumsi sendiri atau dijual ke tetangga.

“Apa yang kita lakukan ini merupakan bukti bahwa perempuan-perempuan hebat Banjarbaru tidak hanya menjadi penggerak keluarga, tetapi juga penggerak ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” tambah Lisa.

Target Jangka Panjang: Kendalikan Inflasi dari Rumah

Pemkot Banjarbaru tidak hanya berhenti pada pembagian bibit. Gerakan “Kartini Hebat Banjarbaru” dirancang sebagai program berkelanjutan. Jika setiap rumah tangga di Banjarbaru—yang berjumlah lebih dari 70.000 KK—menanam setidaknya lima pohon cabai, pasokan lokal bisa menekan kebutuhan impor dari luar daerah.

Dampak ekonomi dari program ini juga terasa langsung. Warga yang sebelumnya menghabiskan Rp 50.000 per minggu untuk membeli cabai, kini bisa mengalokasikan uang itu untuk kebutuhan lain. Dalam skala kota, pengurangan permintaan pasar terhadap cabai bisa menstabilkan harga di tingkat pedagang.

Apa Langkah Pemkot Selanjutnya?

Setelah pembagian bibit di Sungai Besar, Pemkot Banjarbaru berencana memperluas jangkauan ke kelurahan lain. Dinas terkait juga akan mengadakan pelatihan sederhana tentang teknik menanam di polybag dan perawatan tanaman agar hasil panen maksimal. Warga yang tertarik bisa menghubungi PKK kelurahan setempat untuk mendapatkan bibit gratis.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: kalselpos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top