BANJARBARU — Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Dinansyah, menegaskan bahwa sektor pariwisata daerah terus dikembangkan dengan kebijakan yang seirama dengan arahan pusat. Harapannya, pariwisata Kalsel tidak hanya bertambah dari segi jumlah destinasi, tetapi juga dari sisi pelayanan dan kualitas SDM.
"Melalui Rakornas ini, kami berharap sektor pariwisata di Kalsel dapat semakin berkembang, baik dari sisi destinasi, pelayanan, maupun kualitas sumber daya manusia sehingga mampu meningkatkan daya saing daerah," sampai Gubernur dalam sambutan yang dibacakan di Command Center Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Rabu (20/5).
Dalam paparannya, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Prof. Mari Elka Pangestu, membeberkan data kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka resminya berada di kisaran 4 hingga 4,8 persen. Namun, jika efek berganda atau multiplier effect diperhitungkan, kontribusinya bisa melonjak hingga 9 hingga 10 persen.
“Fokusnya bukan hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga kualitas pariwisata yang diukur dari besarnya pengeluaran wisatawan, jenis wisata yang dilakukan, serta bagaimana destinasi wisata tetap terjaga,” kata Prof. Mari.
Prof. Mari juga menyoroti tren investasi yang positif. Pada 2025, investasi di sektor pariwisata Indonesia meningkat sekitar 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, dalam daya saing global, Indonesia masih menempati peringkat ke-22 dari 119 negara. Di level ASEAN, posisi Indonesia berada di urutan kedua.
Kekuatan utama Indonesia, menurut dia, terletak pada kekayaan sumber daya alam dan budaya. Semua itu harus dikembangkan dengan prinsip sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. “Pariwisata harus tumbuh tanpa merusak lingkungan, tetap menjaga budaya, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi dan inklusivitas,” jelasnya.
Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam Rakornas adalah digitalisasi. Prof. Mari mendorong peningkatan literasi digital bagi pelaku UMKM di sektor pariwisata. Ia mengapresiasi sistem pembayaran digital di Indonesia yang dinilai semakin inklusif, termasuk dibukanya akses bagi wisatawan China melalui Alipay.
Menurutnya, di tengah situasi geopolitik global dan konflik di Timur Tengah, Indonesia memiliki peluang besar menjadi alternatif destinasi maupun jalur transit wisatawan Asia. “Destinasi wisata juga perlu dirancang dengan segmentasi yang jelas agar pengembangannya lebih tepat sasaran dan memberikan nilai tambah yang optimal,” tutupnya.
Kegiatan Rakornas ini turut dihadiri Kabid Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel, Gusti Muhammad Yosalvina Yovani, serta diawali dengan penampilan Tarian Nusantara oleh Papua Allstar.