BANJAR — Peristiwa tragis itu terjadi di tengah permukiman padat penduduk dan sempat memicu kepanikan warga. Pelaku menggunakan sebilah parang untuk menyerang korbannya secara membabi buta.
Korban pertama yang diserang adalah ayah kandung pelaku, M. L mendatangi korban dari arah belakang lalu menyabetkan parang ke bagian belakang kepala. Korban menderita luka bacok serius.
Usai melukai ayahnya, L beralih mengejar korban S. Pelaku membacok tubuh S secara brutal hingga menderita luka robek parah di bahu, kepala, dan tangan. Korban S mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura akibat kehabisan banyak darah.
Belum puas, pelaku kemudian merangsek masuk ke dalam sebuah rumah dan menebas korban ketiga, seorang perempuan berinisial Hj N. Korban menderita luka sabetan di leher dan tangan kiri.
Usai menumpahkan darah ketiga korbannya, L sempat berusaha melarikan diri dari kepungan massa. Namun, aparat kepolisian yang menerima laporan darurat langsung tiba di lokasi kejadian perkara (TKP) dan meringkus pelaku.
Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Rifandy Purnayangkara Putra, mengatakan pelaku sudah ditangkap dan ditahan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
"Benar ada insiden penganiayaan berat tersebut. Saat ini pelaku sudah berhasil kami amankan di Mapolres Banjar untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut," kata AKP Rifandy Purnayangkara Putra, Rabu (20/5/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami motif pelaku mengamuk tanpa alasan yang jelas. Pelaku kini mendekam di sel tahanan Mapolres Banjar untuk proses hukum lebih lanjut.