Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, melalui Kepala Bidang Cipta Karya Ryan Tirta Nugraha menyatakan, kondisi bangunan sudah memerlukan pembenahan besar-besaran. Sejumlah material interior keropos, plafon rusak, jaringan listrik perlu diperbarui, hingga sistem pendingin ruangan yang tak lagi berfungsi.
Rehabilitasi dilakukan secara bertahap selama dua tahun anggaran. Pada 2025, fokus perbaikan diarahkan ke sarana dan prasarana olahraga serta pembenahan bagian depan rumah jabatan.
"Tahun 2026 pengerjaan lebih banyak, mulai dari penyelesaian atap, rehabilitasi Gedung Astakona, pembaruan jaringan perpipaan, penambahan dan perbaikan pendingin ruangan, hingga rehabilitasi ruang tambahan di belakang untuk asisten rumah tangga," ujar Ryan, Rabu (13/5/2026).
Pemprov Kalsel tidak hanya merombak rumah jabatan gubernur. Gedung Astakona atau Gedung PKK serta bangunan pendukung untuk ART juga masuk dalam paket rehabilitasi. Perbaikan mencakup interior, dinding, plafon, instalasi Mechanical Electrical Plumbing (MEP), jaringan listrik, hingga sistem perpipaan.
Beberapa fungsi ruang diubah agar lebih mendukung kegiatan pemerintahan dan penerimaan tamu resmi. "Nantinya akan ada aula yang lebih luas untuk menerima tamu. Penggunaan anggaran terbesar memang ada pada penataan interior dan perubahan fungsi ruang," kata Ryan.
Sementara itu, untuk Mahligai Pancasila sendiri, perbaikan yang dilakukan bersifat ringan pada beberapa bagian seperti toilet dan fasilitas penunjang lainnya. Bangunan ini merupakan salah satu ikon di Kota Banjarmasin yang kerap digunakan untuk acara kenegaraan dan pertemuan resmi.
Melalui rehabilitasi ini, Pemprov Kalsel menegaskan bahwa pembenahan dilakukan sebagai upaya menjaga aset daerah agar tetap layak, representatif, dan mampu menunjang aktivitas pemerintahan maupun pelayanan tamu daerah secara optimal.