Salimah Kalimantan Selatan Luncurkan Salimahpreneur, Fokus Perkuat Ekonomi Keluarga dan UMKM Perempuan

Penulis: Andi Pratama  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 23:00:42 WIB
Peluncuran Salimahpreneur di Banjarbaru sebagai upaya penguatan ekonomi keluarga dan UMKM perempuan.

BANJARBARU — Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Kalimantan Selatan memperkuat struktur organisasi melalui gelaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) 2, dan Training for Trainer (TFT) Kepalestinaan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada Sabtu dan Minggu (9-10/5) ini dipusatkan di aula Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarbaru.

Ketua PW Salimah Kalimantan Selatan, Rimalia, menekankan pentingnya bagi seluruh pengurus untuk menjaga soliditas tim. Ia memotivasi para kader agar menjadikan kerja-kerja organisasi sebagai bentuk pengabdian yang ikhlas bagi masyarakat luas.

Salimahpreneur: Upaya Melahirkan UMKM Perempuan yang Berdaya

Salah satu poin krusial dalam agenda ini adalah peluncuran Salimahpreneur Kalimantan Selatan. Program unggulan di bawah Departemen Ekonomi ini dirancang untuk menjadi inkubator bagi lahirnya pengusaha-pengusaha baru dari kalangan perempuan.

Ketua Departemen Ekonomi Pimpinan Pusat (PP) Salimah, Rosdiana, menjelaskan bahwa Salimahpreneur menjadi perhatian utama tahun ini. Program tersebut diharapkan mampu membina pelaku UMKM agar dapat tumbuh lebih besar dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga mereka.

"Diharapkan dapat lahir pengusaha-pengusaha yang memiliki UMKM sehingga dapat tumbuh, besar, dan bermanfaat," ujar Rosdiana saat memberikan materi kebijakan strategis lembaga di Banjarbaru.

Menyamakan Gerak Organisasi dari Pusat hingga Daerah

Agenda Rakornas kali ini memiliki format yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pimpinan Pusat Salimah menerjunkan langsung pengurusnya ke wilayah-wilayah di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan, untuk menyamakan persepsi dan langkah gerak organisasi.

Ketua II PP Salimah, Unggul Hidayati, memberikan penguatan mengenai tata kelola organisasi, manajemen konflik, hingga pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Ia menegaskan bahwa penguatan struktur sangat penting agar Salimah bisa menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan perempuan, anak, dan keluarga secara langsung.

Para peserta yang terdiri dari pengurus PW Salimah Kalsel dan perwakilan Pengurus Daerah (PD) dari berbagai kabupaten/kota diajak melakukan pemetaan wilayah. Diskusi aktif dilakukan untuk membedah keunggulan, kelemahan, serta menyusun ide gagasan yang relevan dengan kondisi sosial di Kalimantan Selatan.

Membangun Soliditas dan Kepedulian terhadap Isu Kepalestinaan

Selain fokus pada penguatan internal dan ekonomi, PW Salimah Kalsel juga menggelar TFT Kepalestinaan. Sesi ini menghadirkan Direktur Keuangan dan Operasional Adara Relief Internasional, Rufaidah Ulfaturrohmah, sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian para pengurus terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina. Rufaidah memaparkan kondisi terkini di Tepi Barat, Al Quds, dan Gaza yang mengalami kerusakan infrastruktur akibat konflik berkepanjangan.

Melalui rangkaian pelatihan intensif ini, para pengurus diharapkan memiliki kapabilitas yang lebih baik dalam mengelola organisasi. Dengan pemahaman yang menyeluruh terhadap GBHO (Garis Besar Haluan Organisasi), Salimah Kalsel menargetkan kontribusi yang lebih masif bagi kemaslahatan masyarakat Banua pada masa mendatang.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: chanelmuslim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top