PARINGIN — Sosialisasi Perda Nomor 01 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kesehatan digelar di Desa Batu Mandi, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan. Nor Fajeri menilai sosialisasi ini jadi sarana memberi pemahaman kepada masyarakat soal pentingnya penyelenggaraan kesehatan. Ia juga mendorong warga terlibat aktif menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Masa Kehamilan
Nor Fajeri menekankan pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, termasuk sejak masa kehamilan. Pemeriksaan kehamilan, pemenuhan kebutuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak disebutnya sebagai hal yang harus diperhatikan secara berkelanjutan.
"Kesehatan ibu dan anak harus kita jaga sejak awal. Jangan menunggu ada masalah baru kita bertindak. Pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.
Peran Bidan dan Kader Posyandu Jadi Kunci
Menurut Nor Fajeri, keluarga dan lingkungan desa punya peran penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Bidan, kader Posyandu, serta tenaga kesehatan diharapkan terus memberikan edukasi.
Edukasi yang dimaksud mencakup pola makan bergizi, kebersihan lingkungan, pola hidup sehat, pemeriksaan kehamilan, dan tumbuh kembang balita. Semua aspek itu saling terkait dalam upaya menekan angka stunting di tingkat desa.
Asap Karhutla Tingkatkan Risiko ISPA
Selain stunting, Nor Fajeri mengingatkan masyarakat mewaspadai karhutla yang dapat menurunkan kualitas udara. Paparan asap kebakaran hutan dan lahan berisiko meningkatkan gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Peringatan itu relevan bagi warga Balangan yang berada di kawasan rawan karhutla. Kualitas udara yang memburuk berdampak langsung pada kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia.