KALIMANTAN SELATAN — Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas sebelumnya memberikan versi berbeda dari peristiwa yang terekam dalam video. Menurut Nas, tidak ada penggusuran sekolah. Yang terjadi adalah pergeseran tiang pagar di area sekolah untuk memberi ruang manuver alat berat yang akan membangun koperasi di lahan belakang bangunan sekolah.
"Nah, pas manuver alat berat, kena tiang sekolah yang pojok. Si petugas Dandim dan Babinsa berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah 'Pak Lurah, Kepala Desa. Boleh nggak ini kita geser sebentar, Pak, tiang ini?' Boleh, silakan'," kata Nas dalam keterangan yang dikutip dari Detik.com.
Pernyataan ini kontras dengan rekaman video yang beredar luas di media sosial. Dalam tayangan tersebut, sejumlah personel TNI berseragam lengkap tampak mengoperasikan ekskavator di area sekolah, sementara warga berusaha menghadang alat berat yang masuk ke lingkungan SDN Wolomoni.
Maruli: Saya Yakin Tak Ada Sekolah Ditiadakan
Maruli mengaku belum menerima laporan detail dari jajarannya mengenai insiden tersebut. Namun, ia menyebut narasi yang menyebut sekolah digusur untuk Koperasi Desa Merah Putih sebagai kabar yang berlebihan.
"Enggak, itu banyak berita yang harus kita klarifikasi ya. Kayaknya enggak mungkin se-ekstrem itu ya. Masa ada sekolah ditiadakan seperti itu," ujar Maruli.
Ia menambahkan, "Menurut saya enggak normal kalau ada orang membubarkan sekolah." Jenderal bintang tiga itu menduga kegaduhan ini lebih banyak terjadi di ruang digital ketimbang di realitas. "Cuma sibuk di media aja kadang-kadang yang begini-begitu. Tapi realistisnya kan nggak mungkin ada sekolah yang sudah terdaftar terus ditiadakan," kata dia.
Dua Narasi Berbeda, Satu Peristiwa Sama
Video berdurasi pendek yang memperlihatkan alat berat merobohkan bagian pagar sekolah di NTT ini memicu reaksi luas. Di satu sisi, TNI melalui Kapuspen membantah adanya penggusuran dan menekankan aspek koordinasi dengan pemda setempat. Di sisi lain, tayangan visual menunjukkan adanya perlawanan fisik dari warga yang mencoba menghentikan operasi alat berat.
Belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi maupun Pemerintah Daerah NTT terkait status SDN Wolomoni pasca-video tersebut viral. KSAD Maruli berjanji akan mengecek langsung kebenaran informasi ini ke lapangan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memperkuat perekonomian desa melalui badan usaha koperasi yang dikelola oleh masyarakat setempat. Namun, implementasi di lapangan kerap memunculkan persoalan, terutama soal perizinan lahan dan dampak sosial.