Pencarian

Jemaah Haji Kloter BDJ 19 Asal Tabalong Meninggal Dunia di RS Al Noor Mekkah, Punya Riwayat Penyakit

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:44:57 WIB
Jemaah Haji Kloter BDJ 19 Asal Tabalong Meninggal Dunia di RS Al Noor Mekkah, Punya Riwayat Penyakit
Jemaah haji Kloter BDJ 19 asal Tabalong meninggal dunia di RS Al Noor Mekkah.

TABALONG — Kabar duka kembali menyelimuti pemberangkatan jemaah haji asal Kalimantan Selatan. Seorang jemaah Kloter BDJ 19 asal Kabupaten Tabalong meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RS Spesialis Al Noor, Mekkah, Arab Saudi.

Kepergian jemaah tersebut dikonfirmasi terjadi pada pukul 21.45 waktu setempat. Informasi yang dihimpun menyebutkan, almarhum memiliki riwayat penyakit tertentu yang diduga menjadi faktor utama penyebab meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah haji.

Riwayat Sakit Jadi Faktor Utama

Meski belum ada rilis resmi dari pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Banjarmasin, petugas kloter langsung melakukan penanganan sesuai prosedur. Jemaah yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan memang menjadi kelompok prioritas pengawasan ketat selama di Tanah Suci.

Jemaah haji asal Tabalong ini sebelumnya telah mendapatkan perawatan di RS Al Noor. Rumah sakit tersebut merupakan salah satu fasilitas kesehatan rujukan utama bagi jemaah haji Indonesia yang membutuhkan penanganan medis di Mekkah.

Prosedur Pemulasaraan Jemaah Haji Meninggal

Setiap jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi akan melalui prosedur pemulasaraan yang diatur dalam kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Jenazah akan dimandikan, dikafani, dan disalatkan sebelum dimakamkan di pemakaman khusus jemaah haji di Mekkah atau Madinah.

PPIH melalui sektor terkait biasanya akan berkoordinasi dengan pihak keluarga di Tanah Air untuk memberikan informasi lengkap, termasuk proses penyelesaian administrasi dan dokumen kematian.

Apa yang Harus Diwaspadai Jemaah Lain?

Kematian jemaah haji saat menjalani ibadah merupakan risiko yang selalu diantisipasi, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta. Petugas kesehatan kloter secara rutin memantau kondisi jemaah lansia dan mereka yang memiliki riwayat sakit.

Jemaah yang merasa kondisi fisik menurun selama di Mekkah diimbau segera melapor ke petugas kloter atau langsung ke sektor kesehatan terdekat. Cuaca ekstrem di Arab Saudi yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius kerap memicu komplikasi pada jemaah dengan riwayat jantung, diabetes, atau hipertensi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Agama Kabupaten Tabalong terkait pemulangan jenazah atau proses lebih lanjut. Keluarga almarhum di Tabalong disebut telah menerima kabar duka tersebut melalui petugas haji di embarkasi.

Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks