Pencarian

Ketua Bawaslu Kalsel Aries Mardiono Ingatkan Mahasiswa Jangan Cuma Nongkrong, Harus Jadi Motor Penggerak Reformasi

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:29:33 WIB
Ketua Bawaslu Kalsel Aries Mardiono Ingatkan Mahasiswa Jangan Cuma Nongkrong, Harus Jadi Motor Penggerak Reformasi
Ketua Bawaslu Kalsel Aries Mardiono memberi arahan kepada mahasiswa untuk aktif mengawal reformasi.

BANJARMASIN — Aries Mardiono, Ketua Bawaslu Kalimantan Selatan, menyampaikan pesan tegas kepada seluruh elemen mahasiswa di provinsi tersebut. Dalam sebuah forum diskusi yang digelar di Banjarmasin, ia mengkritik kecenderungan mahasiswa yang lebih banyak menghabiskan waktu di warung kopi tanpa aksi nyata.

Pesan Aries: Kembalikan Spirit Reformasi Mahasiswa

"Mahasiswa adalah motor penggerak reformasi. Jangan cuma nongkrong," ujar Aries Mardiono di hadapan peserta diskusi. Ia menekankan bahwa sejarah Indonesia tidak lepas dari peran mahasiswa yang turun ke jalan dan mengawasi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

Menurutnya, saat ini banyak mahasiswa yang terlalu sibuk dengan aktivitas nongkrong dan kurang peka terhadap isu-isu strategis di daerah. Padahal, kata dia, pengawasan partisipatif dari mahasiswa sangat dibutuhkan, terutama menjelang tahapan pemilu dan pilkada serentak.

Mengapa Mahasiswa Harus Bergerak?

Aries menilai, era digital justru memudahkan mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi dan melakukan kontrol sosial. Namun, kemudahan itu kerap tidak dimanfaatkan secara optimal. "Jangan sampai mahasiswa hanya menjadi penonton di media sosial. Mereka harus hadir di lapangan, mengawal kebijakan, dan menjadi agen perubahan," tegasnya.

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran Bawaslu Kalsel akan rendahnya partisipasi pemilih muda dan maraknya politik uang di kalangan generasi Z. Aries berharap mahasiswa bisa menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih pemimpin yang bersih.

Apa yang Bisa Dilakukan Mahasiswa Sekarang?

Ketua Bawaslu Kalsel itu mendorong mahasiswa untuk membentuk komunitas pengawas partisipatif. Mereka bisa bergabung dengan program Bawaslu, seperti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif atau menjadi relawan demokrasi. "Tidak perlu muluk-muluk, mulai dari lingkungan kampus dan desa masing-masing," imbuhnya.

Selain itu, Aries meminta mahasiswa untuk tidak ragu melaporkan dugaan pelanggaran pemilu atau kebijakan daerah yang merugikan masyarakat. Bawaslu, kata dia, telah menyediakan kanal pengaduan yang mudah diakses.

Respons Mahasiswa: Kritik Itu Membangun

Pernyataan Aries Mardiono mendapat respons positif dari sejumlah aktivis mahasiswa di Banjarmasin. Mereka mengaku pesan tersebut menjadi pengingat agar tidak larut dalam gaya hidup hedonis dan apatis. "Kami setuju. Mahasiswa harus kembali ke khittahnya sebagai agen perubahan, bukan sekadar pengunjung kafe," ujar Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) salah satu universitas di Banjarmasin.

Ke depan, Bawaslu Kalsel berencana menggelar serangkaian roadshow ke kampus-kampus untuk merekrut lebih banyak pengawas partisipatif dari kalangan mahasiswa. Aries optimistis, dengan keterlibatan mahasiswa, kualitas demokrasi di Kalimantan Selatan akan semakin baik.

Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks