Pencarian

20 Persen Makanan MBG di SMPN 11 Banjarbaru Tak Tersentuh Siswa, Komisi I DPRD Soroti Kualitas Menu dan Pisang Mentah

Rabu, 03 Juni 2026 • 15:49:31 WIB
20 Persen Makanan MBG di SMPN 11 Banjarbaru Tak Tersentuh Siswa, Komisi I DPRD Soroti Kualitas Menu dan Pisang Mentah
Komisi I DPRD Banjarbaru meninjau kondisi makanan program MBG di SMPN 11 Banjarbaru.

BANJARBARU — Sebanyak 20 persen porsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 11 Banjarbaru ditemukan tidak dikonsumsi oleh siswa. Temuan ini terungkap saat Komisi I DPRD Kota Banjarbaru melakukan kunjungan lapangan ke sekolah tersebut pada Selasa (2/6/2026).

Pisang Mentah dan Menu yang Kurang Variatif

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarbaru, Ririk Sumarti Restuningtyas, mengaku kaget dengan kondisi di lapangan. Ia mendapati sejumlah menu yang disajikan dinilai kurang layak konsumsi.

"Kami menemukan pisang yang masih mentah dan tidak layak konsumsi," ujar Ririk dalam keterangannya.

Menurut Ririk, rendahnya variasi menu menjadi salah satu dugaan penyebab siswa enggan menghabiskan makanan. Kondisi ini dinilai kontradiktif dengan tujuan utama program MBG yang digagas pemerintah pusat untuk meningkatkan asupan gizi peserta didik.

Kualitas Gizi Dipertanyakan, SPPG Diminta Evaluasi

Ririk menegaskan bahwa temuan ini bukan sekadar soal makanan tersisa, melainkan menyangkut efektivitas program. Ia menyoroti peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia layanan.

"Kalau kondisinya seperti ini, tentu manfaat gizinya juga bisa dipertanyakan. Mungkin itu menjadi salah satu alasan mengapa siswa kurang berminat mengonsumsi makanan yang diberikan," tegasnya.

Ia mendesak SPPG untuk segera mengevaluasi kualitas menu dan memastikan kandungan gizi yang disajikan benar-benar sesuai standar. Menurutnya, jika masalah ini dibiarkan, anggaran besar yang digelontorkan untuk MBG tidak akan berdampak optimal pada kesehatan anak sekolah.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Program MBG di Banjarbaru?

Komisi I DPRD Banjarbaru berencana memanggil pihak SPPG dan Dinas Pendidikan setempat untuk membahas temuan ini lebih lanjut. Ririk meminta agar menu MBG ke depan lebih memperhatikan preferensi dan kebutuhan gizi siswa.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan program prioritas nasional yang menyasar jutaan siswa di seluruh Indonesia. Temuan di Banjarbaru ini menjadi alarm bagi daerah lain untuk mengawal ketat kualitas makanan yang diterima anak-anak di sekolah.

Bagikan
Sumber: banjarbaruklik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks