Pencarian

Bukan Mitos atau Legenda, Nama Desa Paliat di Tabalong Ternyata Berasal dari Hidangan Khas yang Jadi Tradisi Warganya

Rabu, 03 Juni 2026 • 15:35:01 WIB
Bukan Mitos atau Legenda, Nama Desa Paliat di Tabalong Ternyata Berasal dari Hidangan Khas yang Jadi Tradisi Warganya
Warga Desa Paliat di Tabalong melestarikan tradisi kuliner yang menjadi asal usul nama desa mereka.

TABALONG — Di balik nama sebuah desa, seringkali tersimpan kisah panjang yang lahir dari musyawarah, tradisi, dan kondisi alam setempat. Hal inilah yang melekat pada Desa Paliat, sebuah desa di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang namanya bukan berasal dari tokoh atau peristiwa heroik, melainkan dari hidangan khas yang telah menjadi bagian dari keseharian warganya.

Awal Mula: Ketika Hidangan Menjadi Identitas Kampung

Proses penamaan Desa Paliat tidak terjadi begitu saja. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama ini merupakan hasil kesepakatan para tetua kampung pada masa lampau. Mereka bermusyawarah untuk mencari nama yang bisa merepresentasikan kebersamaan dan ciri khas warga setempat.

Dari musyawarah itu, muncullah kata "Paliat" yang merujuk pada salah satu hidangan tradisional yang kerap disajikan dalam berbagai acara adat dan keseharian. Hidangan ini menjadi semacam identitas yang membedakan desa tersebut dari kampung-kampung lain di sekitarnya.

Proses: Bukan Sekadar Nama, Tapi Cerminan Kehidupan

Tradisi kuliner yang melatarbelakangi nama Desa Paliat bukanlah sesuatu yang asing bagi warga setempat. Hidangan tersebut biasanya dibuat dari bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan di alam sekitar, seperti ikan sungai, kelapa, dan rempah-rempah khas Kalimantan. Proses pembuatannya pun kerap dilakukan secara gotong royong, memperkuat ikatan sosial antarwarga.

Kebiasaan menyajikan hidangan "paliat" dalam setiap hajatan atau pertemuan warga inilah yang kemudian dianggap paling mewakili semangat kebersamaan desa. Para tetua sepakat bahwa nama tersebut akan selalu mengingatkan generasi penerus pada akar budaya dan tradisi leluhur mereka.

Apa yang Terjadi Selanjutnya? Tradisi yang Terus Hidup

Hingga kini, tradisi kuliner yang melahirkan nama Desa Paliat masih lestari. Hidangan khas tersebut tetap disajikan dalam berbagai acara adat, syukuran, dan perayaan hari besar. Bagi warga setempat, makanan ini bukan sekadar pengisi perut, melainkan simbol identitas dan warisan budaya yang harus dijaga.

Kisah unik di balik penamaan Desa Paliat ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal bisa menjadi fondasi yang kuat dalam membentuk identitas sebuah komunitas. Nama desa yang sederhana namun sarat makna ini terus menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks