BANJARMASIN — Kebutuhan darah bagi pasien transfusi di rumah sakit kerap menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab. PMI Kota Banjarmasin pun angkat bicara, melarang keras praktik percaloan darah yang belakangan dikeluhkan warga.
Modus Calo: Incar Keluarga Pasien yang Panik
Praktik calo darah biasanya menyasar keluarga pasien yang tengah dilanda kepanikan karena stok darah di rumah sakit terbatas. Para calo menawarkan jasa pencarian pendonor dengan imbalan sejumlah uang, padahal proses donor darah di PMI bersifat gratis dan sukarela.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Banjarmasin, dr. Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memungut biaya sepeser pun untuk pengadaan kantong darah. “Kami imbau jangan pernah percaya pada oknum yang mengaku bisa menyediakan darah dengan bayaran. Itu tindakan melanggar hukum dan merugikan pasien,” ujarnya.
Stok Darah Aman, Asal Masyarakat Mau Donor
PMI Banjarmasin memastikan bahwa stok darah di kota ini sebenarnya mencukupi kebutuhan rumah sakit setiap bulannya. Hanya saja, distribusi kerap terkendala oleh informasi yang tidak akurat di kalangan keluarga pasien.
Menurut data internal PMI, kebutuhan darah di Banjarmasin rata-rata mencapai 1.500 kantong per bulan. Angka ini masih bisa dipenuhi dari donor sukarela yang rutin digelar di berbagai kelurahan dan kampus.
“Masalahnya, saat ada pasien darurat, keluarga cenderung panik dan langsung mencari jalan pintas. Padahal, kami bisa distribusikan dalam hitungan jam jika koordinasi dengan rumah sakit berjalan baik,” tambah dr. Fauzi.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Calo?
PMI Banjarmasin meminta warga untuk segera melaporkan praktik calo darah ke pihak rumah sakit atau langsung ke kantor PMI terdekat. Laporan bisa disertai bukti percakapan atau transaksi yang mencurigakan.
“Kami tidak akan segan bekerja sama dengan kepolisian untuk menindak tegas para calo. Ini menyangkut nyawa manusia, bukan sekadar bisnis,” tegas dr. Fauzi.
Sebagai langkah antisipasi, PMI juga gencar mengadakan sosialisasi ke puskesmas dan posyandu agar warga lebih paham prosedur pengajuan kantong darah. Mereka berharap kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela terus meningkat, sehingga celah bagi calo pun tertutup.
Langkah ke Depan: Perkuat Sistem Informasi Darah
Ke depan, PMI Banjarmasin berencana mengintegrasikan data stok darah secara real-time dengan rumah sakit rujukan di kota ini. Sistem ini diharapkan memudahkan keluarga pasien mengecek ketersediaan darah tanpa harus bertanya ke calo.
“Kami sedang merancang aplikasi sederhana yang bisa diakses via ponsel. Nanti warga tinggal cek, golongan darah apa yang tersedia di PMI. Ini akan memutus rantai percaloan,” pungkas dr. Fauzi.