BANJARMASIN — Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi memberangkatkan 18 mahasiswanya ke Jepang untuk mengikuti program KKN Internasional. Mereka akan menjalani program di Kitakyushu University dengan fokus utama pada isu lingkungan dan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs).
Mengapa Kitakyushu University Dipilih?
Pemilihan Kitakyushu University bukan tanpa alasan. Kota Kitakyushu dikenal sebagai salah satu kota di Jepang yang sukses melakukan transformasi dari kawasan industri berat menjadi kota ramah lingkungan. Para mahasiswa diharapkan bisa mempelajari secara langsung praktik pengelolaan lingkungan dan teknologi hijau yang diterapkan di sana.
Apa yang Akan Dipelajari Mahasiswa?
Selama sebulan di Jepang, para mahasiswa tidak hanya akan duduk di ruang kuliah. Mereka akan diajak untuk melakukan riset lapangan, diskusi lintas budaya, dan kerja sama dengan mahasiswa lokal. Topik yang didalami mencakup pengelolaan sampah, efisiensi energi, konservasi air, hingga pembangunan kota berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari upaya ULM untuk mendorong internasionalisasi kampus. Rektorat berharap pengalaman ini bisa membuka wawasan mahasiswa tentang bagaimana isu global seperti perubahan iklim ditangani di negara maju.
Dampak yang Diharapkan Setelah Kembali ke Indonesia
Pihak universitas menargetkan para peserta bisa menerapkan ilmu yang didapat di Jepang ke dalam program pengabdian masyarakat di Kalimantan Selatan. “Kami ingin mereka pulang dengan perspektif baru dan membawa solusi konkret untuk masalah lingkungan di daerah sendiri,” ujar perwakilan ULM dalam keterangan resmi.
Ini bukan kali pertama ULM mengirimkan mahasiswanya ke luar negeri. Sebelumnya, program serupa pernah dilakukan ke beberapa negara di Asia Tenggara. Namun, kerja sama dengan Kitakyushu University menjadi yang pertama dengan fokus spesifik pada SDGs dan lingkungan hidup.
Seleksi dan Persiapan Peserta
Para mahasiswa yang terpilih telah melewati proses seleksi ketat. Mereka juga dibekali pembekalan bahasa dan budaya selama beberapa pekan sebelum keberangkatan. Selain kemampuan akademik, faktor adaptasi dan kemauan belajar menjadi pertimbangan utama dalam seleksi.
Program KKN Internasional ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh. Setelah kembali, para peserta diwajibkan menyusun laporan dan rencana aksi yang bisa diimplementasikan di komunitas mereka masing-masing di Kalimantan Selatan.