Pencarian

Harga MinyaKita di HST Sempat Tembus Rp16 Ribu per Liter, Pedagang Berharap Harga Eceran Tertinggi Diturunkan

Senin, 25 Mei 2026 • 14:47:01 WIB
Harga MinyaKita di HST Sempat Tembus Rp16 Ribu per Liter, Pedagang Berharap Harga Eceran Tertinggi Diturunkan
Harga MinyaKita di Pasar Barabai, HST, mencapai Rp16 ribu per liter, melampaui HET pemerintah.

BARABAI — Harga MinyaKita di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sempat melampaui batas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Pedagang mengeluhkan harga yang dibulatkan hingga Rp16 ribu per liter, lebih mahal Rp300 dari HET resmi sebesar Rp15.700 per liter.

Kenaikan ini terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Para pedagang di Pasar Barabai mengaku terpaksa menjual di atas HET lantaran harga dari distributor juga sudah tinggi.

Harapan Pedagang: HET Jangan Cuma di Atas Kertas

Seorang pedagang minyak goreng di Pasar Barabai, Mastura, mengatakan pihaknya berharap pemerintah tidak hanya menetapkan HET, tetapi juga mengawasi rantai distribusi. "Kami beli dari distributor sudah Rp15.800 per liter. Kalau jual Rp15.700, kami rugi. Terpaksa kami jual Rp16 ribu," ujarnya kepada wartawan, Selasa.

Ia menambahkan, selisih harga yang kecil ini membuat pedagang kecil seperti dirinya kesulitan. "Kami berharap HET diturunkan atau setidaknya harga dari distributor ditekan. Jangan pedagang yang jadi korban," imbuh Mastura.

Mengapa Harga MinyaKita Bisa Tembus Rp16 Ribu?

Kenaikan harga MinyaKita di HST bukan tanpa sebab. Sejumlah pedagang menduga lonjakan ini dipicu oleh terbatasnya pasokan dari distributor ke tingkat pengecer. Akibatnya, harga di lapangan menjadi tidak terkendali.

Kondisi ini diperparah dengan tingginya permintaan menjelang akhir pekan. "Kalau stok sedikit, harga otomatis naik. Kami tidak bisa berbuat banyak," kata pedagang lainnya, Rahmat.

Apa Langkah Selanjutnya?

Pemerintah Kabupaten HST melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat diharapkan segera turun tangan. Para pedagang meminta adanya operasi pasar atau pendistribusian langsung MinyaKita ke pedagang kecil agar harga bisa kembali normal.

Belum ada pernyataan resmi dari Pemkab HST terkait keluhan ini. Namun, para pedagang berharap ada solusi cepat agar mereka tidak terus-terusan menjual di atas HET dan berisiko terkena sanksi.

Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks