BANJARBARU — Perjalanan panjang M Syarifuddin sebagai calon jemaah haji reguler akhirnya terbayar. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan itu tercatat dalam kloter BDJ-19 yang diberangkatkan dari Banjarbaru, Rabu (20/5/2026) malam.
Syarifuddin mengaku mendaftar haji seperti warga biasa. Ia pertama kali mendaftar di Kabupaten Tapin, tempatnya bertugas sebelumnya. Setelah mutasi tugas ke Banjarmasin, data kepesertaannya ikut berpindah.
"Kemarin ikut (mendaftar di) Tapin, tapi kita mutasi ke Banjarmasin. Jadi, tergabung dari Banjarmasin," katanya saat ditemui sebelum keberangkatan.
14 Tahun Menunggu Panggilan Haji
Proses antrean yang panjang menjadi cerita tersendiri bagi orang nomor satu di lingkup Pemprov Kalsel itu. Syarifuddin dan istri sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari, baik dari sisi fisik maupun pemahaman manasik.
"Jadi kita mendaftar seperti biasa, ikut daftar (haji) reguler, (berangkat) sama istri," cetusnya.
Ia mengaku bersyukur akhirnya mendapat kesempatan beribadah ke Tanah Suci setelah hampir satu setengah dekade menunggu. Persiapan kesehatan menjadi prioritas utama agar ibadah berjalan lancar.
Doa untuk Seluruh Jemaah Haji Indonesia
Di tengah persiapan yang matang, Syarifuddin menyempatkan diri menyampaikan harapan untuk seluruh jemaah haji asal Kalimantan Selatan dan Indonesia. Ia berdoa agar semua mendapat predikat haji yang mabrur.
"Mudah-mudahan nantinya dapat haji yang mabrur dan semua jemaah yang maupun jemaah haji Kalsel khususnya maupun jemaah haji Indonesia ini nantinya bisa melaksanakan ibadah dengan lancar," harapnya.
Keberangkatan Sekda Kalsel ini menjadi perhatian karena ia memilih jalur reguler, bukan kuota khusus atau jalur cepat. Proses antrean yang sama dengan warga lain menunjukkan bahwa jabatan tidak mempengaruhi urutan panggilan haji di Kalsel.
Syarifuddin tergabung dalam ratusan CJH lain di kloter BDJ-19 yang akan menjalani rangkaian ibadah di Mekkah dan Madinah selama kurang lebih 40 hari ke depan.