Pencarian

Pedagang Sayur di Banjar Akui Rekayasa Pembegalan karena Uang Hilang Rp 1,5 Juta, Takut Istri Marah

Senin, 18 Mei 2026 • 12:15:01 WIB
Pedagang Sayur di Banjar Akui Rekayasa Pembegalan karena Uang Hilang Rp 1,5 Juta, Takut Istri Marah
Pedagang sayur di Banjar mengaku merekayasa cerita pembegalan akibat kehilangan uang Rp 1,5 juta.

MARTAPURA — Kepolisian Sektor Martapura Barat, Polres Banjar, memastikan bahwa kabar pembegalan yang menimpa seorang pedagang sayur di Desa Teluk Selong Ulu adalah hoaks. Pengakuan itu disampaikan korban setelah diperiksa secara langsung pada Sabtu (16/5/2026).

Kapolsek Martapura Barat, M. Albert H Manalu, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung memanggil pedagang tersebut setelah informasi soal pembegalan menyebar luas melalui pesan berantai WhatsApp. Dalam pemeriksaan, pria itu mengaku tidak pernah dibegal.

Uang Rp 1,5 Juta Tercecer, Bukan Dirampas Begal

Alasan di balik rekayasa ini terbilang sederhana namun menggelitik. Pedagang tersebut kehilangan uang tunai Rp 1.500.000 yang tercecer saat dalam perjalanan. Karena panik dan takut dimarahi istri, ia lantas mengarang cerita bahwa uangnya dirampas begal.

“Alasannya karena uangnya tercecer sebanyak Rp1.500.000 dan takut bilang ke istrinya, jadi dibuatlah cerita kepada temannya bahwa dirinya dibegal. Kemudian cerita itu langsung menyebar ke mana-mana,” jelas Albert saat dikonfirmasi, Minggu (17/5/2026).

Pesan Berantai Picu Kepanikan Warga

Sebelum kedoknya terbongkar, kabar pembegalan ini sempat memicu keresahan luas di masyarakat. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pedagang itu dirampok pada dini hari, antara pukul 03.00 hingga 04.00 Wita, di kawasan Jalan Martapura Lama.

Akibatnya, warga yang kerap melintas di jalur tersebut pada malam hari merasa cemas. Polsek Martapura Barat bahkan sempat mengintensifkan patroli malam di sejumlah titik rawan untuk merespons kabar yang ternyata palsu itu.

Polisi Imbau Warga Tak Mudah Sebar Informasi Belum Terverifikasi

Kapolsek Martapura Barat mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi. Ia meminta agar setiap kejadian mencurigakan segera dilaporkan ke pihak berwajib, bukan disebar sendiri tanpa klarifikasi.

“Kalau memang terjadi tindak kriminal, segera laporkan ke layanan 110 atau kepada Bhabinkamtibmas setempat agar cepat ditindaklanjuti,” pungkas Albert.

Bagikan
Sumber: habarkalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks