Jennifer Coppen Ungkap Ketakutan Terbesar Usai Jadi Ibu untuk Kamari

Penulis: Budi Santoso  •  Senin, 21 September 2026 | 09:22:01 WIB
Jennifer Coppen mengungkapkan ketakutan terbesarnya sebagai ibu bagi putrinya, Kamari Sky Wassink.

KALIMANTAN SELATAN — Kehilangan sosok ibu di usia 17 tahun meninggalkan luka mendalam bagi Jennifer Coppen. Kini saat membesarkan Kamari Sky Wassink, aktris 25 tahun itu mengungkap ketakutan terbesarnya sebagai seorang ibu. Simak kisahnya berikut ini.

Jennifer Coppen mengungkapkan isi hatinya tentang ketakutan terbesar yang ia rasakan setelah menjadi seorang ibu. Aktris berusia 25 tahun ini mengaku selalu berdoa agar diberi umur panjang demi bisa merawat dan membesarkan sang putri semata wayang, Kamari Sky Wassink.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Jennifer pernah merasakan kehilangan sosok ibunda untuk selamanya saat usianya baru menginjak 17 tahun. Luka masa lalu itulah yang kini membayangi pikirannya sebagai orang tua.

Ketakutan Meninggalkan Anak Sendirian

Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari kanal YouTube Cumi Cumi, Jennifer mengaku pasrah soal takdir hidup dan kematian. Namun ia berharap Tuhan belum memanggilnya sebelum Kamari tumbuh dewasa.

"Salah satu ketakutan terbesar aku adalah meninggalkan anak aku ya. Kayak umur kan udah diatur sama Tuhan, kapan pun waktunya aku dipanggil, aku insyaallah siap, siap enggak siap," ujar Jennifer.

Ia tidak ingin putri kecilnya merasakan hal yang sama seperti yang ia alami dulu. Baginya, tumbuh dewasa tanpa bimbingan dan pelukan seorang ibu meninggalkan rasa sepi yang sulit dijelaskan.

Belajar Jadi Ibu Tanpa Sosok Panutan

Ketiadaan sosok ibu membuat Jennifer harus belajar sendiri cara merawat bayi saat pertama kali menjadi orang tua. Tak ada tempat bertanya ketika ia bingung menghadapi tantangan awal mengasuh Kamari.

Pengalaman itu membuatnya semakin bertekad untuk hadir penuh dalam hidup putrinya. Jennifer ingin memastikan Kamari tumbuh dengan kasih sayang yang cukup, tanpa harus merasakan kehilangan yang pernah ia alami.

"Tapi aku lebih ke kayak 'jangan dulu ya, Tuhan', karena aku merasakan ditinggal Mama aku di umur 17 tahun, jangan sampai Kamari tuh merasakan juga. Karena rasanya sangat tidak enak ya tumbuh tanpa seorang ibu," tuturnya.

Pelajaran untuk Ibu Muda Indonesia

Kisah Jennifer mengingatkan bahwa kesehatan mental dan fisik seorang ibu adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Ibu yang sehat dan bahagia akan lebih mudah memberikan pengasuhan yang optimal.

Bagi ibu muda, menjaga kesehatan dengan pola makan seimbang, istirahat cukup, dan rutin memeriksakan diri ke dokter adalah bentuk cinta pada anak. Jangan ragu mencari dukungan dari pasangan, keluarga, atau komunitas parenting ketika merasa kewalahan.

Kehilangan sosok ibu memang meninggalkan luka yang tak mudah sembuh. Namun Jennifer membuktikan bahwa luka itu bisa diubah menjadi kekuatan untuk menjadi ibu yang lebih hadir bagi anaknya.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top