BANJARMASIN — Jajaran Polresta Banjarmasin menerjunkan puluhan personel untuk membersihkan kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin dalam program Jumat Berkah. Sasaran utama aksi ini adalah sudut-sudut masjid, terutama area tempat warga menjajakan jualan yang kerap menimbulkan tumpukan sampah. Lokasi masjid dinilai vital karena berada di jantung Kota Banjarmasin dan berdekatan dengan Rumah Jabatan Kapolresta.
Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Intan Kalimantan, Fauzan Ramon, menyampaikan apresiasi terbuka atas inisiatif tersebut. Menurutnya, aksi bersih-bersih itu merupakan kontribusi nyata yang dampaknya langsung dirasakan umat.
"Ini saya apresiasi kepada Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol. Riza Muttaqin, S.I.K., S.H., M.H., karena kegiatan bersih-bersih di Jumat Berkah ini sebagai bentuk pendekatan humanis demi memberikan kenyamanan bagi jemaah masjid kebanggaan masyarakat Banua ini," ujar Fauzan Ramon kepada Jejakrekam.com, Sabtu (19/9/2026).
Fauzan menilai lokasi masjid sangat strategis karena berdekatan dengan Rumah Jabatan Kapolresta dan menjadi etalase kota. Ia berharap jemaah dapat beribadah lebih khusyuk sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
"Tentu kegiatan bersih-bersih yang dilakukan oleh Polresta Banjarmasin itu agar jemaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk sekaligus mempererat silaturahmi," ungkapnya.
Fauzan menegaskan Masjid Raya Sabilal Muhtadin bukan masjid biasa. Masjid yang digagas mantan Gubernur Kalsel ini menjadi ikon dan simbol religius masyarakat Kalimantan Selatan. Posisinya di jantung kota membuat kebersihan harus menjadi prioritas utama.
"Masjid Raya Sabilal ini kan masjid kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan, apalagi posisinya di jantung kota, sehingga kebersihan harus nomor satu, karena kebersihan itu sebagian dari iman," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa apa yang dilakukan Polresta Banjarmasin bukan kegiatan seremonial semata. Menurutnya, aksi sigap dan kepedulian seperti itu yang dibutuhkan masyarakat.
"Kegiatan Polresta Banjarmasin itu juga, ini sangat saya apresiasi positif atas aksi sigap, kepedulian, dan kontribusi nyata yang ditunjukkan Polresta Banjarmasin," lanjutnya.
Fauzan memberikan masukan konstruktif kepada manajemen masjid. Ia menghimbau agar tim cleaning service yang ada diberdayakan maksimal sesuai tugas masing-masing.
"Di Manajemen Masjid itu pasti ada Tim Cleaning Service-nya, berdayakan mereka sesuai dengan tugas masing-masing, sehingga Masjid yang digagas oleh Mantan Gubernur Kalsel itu memang benar-benar dijaga dengan baik dan selalu bersih. Gunakan dana, infak, sedekah yang berasal dari umat agar amal jariah mereka mendapat pahala dari Allah SWT," imbaunya.
Tak hanya area darat, Fauzan menyoroti kebersihan sungai di samping masjid. Menurutnya, sungai tersebut harus bebas dari sampah demi menjaga keindahan dan kesucian masjid kebanggaan Banua.
"Kalau perlu, sungai yang ada di samping Masjid harus bebas dari sampah, sebab posisi masjid ini di jantung kota Banjarmasin," ujarnya, bahkan menyarankan agar sungai ditaburi bibit ikan.
Di akhir pernyataannya, Fauzan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin. Ia merasa bangga karena Kapolresta Banjarmasin saat ini adalah putra asli Banua dari Kabupaten Tabalong.
"Sekali lagi saya apresiasi kepada Kapolda Kalsel dan Kapolresta Banjarmasin yang sigap memperhatikan kebersihan masjid kebanggaan Banua kita ini, apalagi Kapolrestanya itu orang asli Banua, yakni dari Kabupaten Tabalong," pungkasnya.