KALIMANTAN SELATAN — Samsung Galaxy Watch Ultra 2 resmi hadir dengan kapasitas baterai 800 mAh, naik sekitar 35% dari generasi pertama yang hanya 590 mAh. Smartwatch ini juga membawa layar Super AMOLED 1,52 inci dengan tingkat kecerahan hingga 5.000 nit, meningkat dari 3.000 nit di versi sebelumnya. Perampingan bodi 12% menjadi 10,7 mm membuat perangkat ini lebih nyaman dipakai untuk aktivitas harian maupun olahraga intens.
Samsung Galaxy Watch Ultra 2 membawa ambisi yang cukup jelas: menjadi jam tangan pintar untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus mendampingi aktivitas olahraga hingga petualangan outdoor. Perangkat ini menyegarkan seri Ultra dengan sejumlah peningkatan teknis yang terasa langsung di pemakaian.
Dari tampilan, Galaxy Watch Ultra 2 masih mengusung desain kotak dengan layar bundar yang dilindungi ring berukuran 47 mm. Material titanium memberikan kesan premium sekaligus tangguh, dengan sertifikasi MIL-STD-810H, IP69K, ketahanan air 10 ATM, serta sertifikasi EN13319 untuk aktivitas menyelam.
Perubahan paling terasa ada di dimensi bodi yang dirampingkan 12% menjadi 10,7 mm. Meski bobotnya tercatat lebih besar 1,5 gram dari versi pertama, perangkat ini justru terasa lebih ringan saat dikenakan, termasuk ketika dipakai berlari.
Strap bawaan berbahan karet juga tidak kaku dan lebih lentur, sehingga nyaman dipakai untuk olahraga maupun kegiatan sehari-hari. Bagi pengguna yang biasanya melepas jam saat tidur, Galaxy Watch Ultra 2 bisa menjadi pengecualian karena tetap terasa nyaman, sehingga pemantauan kualitas tidur tetap bisa berjalan.
Aksen orange yang menonjol di versi lama, seperti pada tombol, terlihat dikurangi. Ukuran 47 mm mungkin tetap terasa besar untuk pergelangan tangan kecil, namun itu konsekuensi dari layar besar, baterai besar, dan sejumlah sensor yang ditanamkan Samsung.
Galaxy Watch Ultra 2 menggunakan Snapdragon Wear Elite dan panel Super AMOLED 1,52 inci dengan resolusi 498 x 498 piksel. Tingkat kecerahan mencapai 5.000 nit, naik dari 3.000 nit di generasi sebelumnya.
Angka tersebut menjadikan perangkat ini salah satu smartwatch dengan tingkat kecerahan tertinggi. Samsung memposisikannya untuk aktivitas outdoor, ketika pengguna harus membaca informasi layar di bawah paparan cahaya matahari langsung.
Layar tetap terbaca jelas meski di bawah terik matahari. Saat digunakan berlari, data pace, detak jantung, waktu, notifikasi, dan informasi lain tetap mudah dibaca. Dalam penggunaan sehari-hari, layar besar membuat notifikasi, statistik olahraga, navigasi, maupun data kesehatan lebih nyaman dilihat.
Perpindahan antarfitur berjalan mulus, termasuk saat jari dalam kondisi berkeringat. Samsung juga mempertahankan Always-On Display, meski fitur ini berpengaruh terhadap konsumsi baterai.
Baterai menjadi salah satu bagian paling menarik dari Galaxy Watch Ultra 2. Samsung meningkatkan kapasitasnya dari 590 mAh pada Galaxy Watch Ultra menjadi 800 mAh, atau naik sekitar 35%.
Samsung mengklaim perangkat ini dapat digunakan hingga 60 jam dengan Always-On Display aktif dan hingga 80 jam ketika AOD dimatikan. Fast charging yang disematkan diklaim mampu mengisi hingga 40% dalam sekitar 30 menit, meski dalam pengujian dari kondisi 0% sampai penuh membutuhkan waktu 3,5 jam.
Daya tahan baterai dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pemakaian GPS, layar, notifikasi, koneksi Bluetooth, LTE, pemantauan kesehatan sepanjang hari, hingga Always-On Display. Ketika lokasi dan AOD diaktifkan saat berlari 15 km dengan waktu tempuh 2 jam, baterai yang terkuras hanya 15%.
Galaxy Watch Ultra 2 menggunakan dual-frequency GPS L1+L5. Bagi pelari, pengujian baterai menjadi semakin penting karena GPS merupakan salah satu fitur yang paling banyak menguras daya.
Samsung memposisikan Galaxy Watch Ultra 2 sebagai perangkat wearable andalan yang menyasar pengguna aktif, baik untuk kebutuhan harian maupun olahraga ekstrem. Peningkatan baterai dan kecerahan layar menjadi dua pembeda utama dibanding generasi pertama.
Untuk pengguna dengan pergelangan tangan kecil, ukuran 47 mm tetap menjadi pertimbangan sebelum membeli. Namun secara keseluruhan, kombinasi material titanium, sertifikasi ketahanan, dan daya tahan baterai membuat perangkat ini bersaing di segmen smartwatch premium.