Sejumlah peristiwa ekonomi dan kesejahteraan rakyat mewarnai Kalimantan Selatan pada Selasa, 1 September 2026. Mulai dari kesiapsiagaan Pelindo Sub Regional Kalimantan menghadapi karhutla di Pelabuhan Basirih, hingga langkah Bupati Kotabaru menandatangani adendum nota kesepakatan proyek strategis.
PT Pelindo Sub Regional Kalimantan memperketat langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area Pelabuhan Basirih. Upaya ini mencakup kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadam di lingkungan pelabuhan.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kewaspadaan dini mengingat tingginya risiko kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas bongkar muat. Kewaspadaan juga ditujukan untuk melindungi aset serta kelancaran operasional pelabuhan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memastikan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Kepastian ini diambil setelah mengevaluasi kondisi lingkungan sekolah pasca-karhutla.
Dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar, diharapkan proses pendidikan di HSS dapat berjalan normal. Para guru dan siswa diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan serta keselamatan diri.
Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) turun langsung membagikan masker kepada masyarakat. Pembagian ini sekaligus menjadi momentum untuk memberikan edukasi terkait bahaya dan cara mencegah karhutla.
Langkah ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif warga dalam menjaga lingkungan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan bencana asap di wilayah tersebut.
Produk wastra atau kain tenun khas Kabupaten Tabalong berhasil mengharumkan nama daerah di ajang APKASI Otonomi Expo 2026. Wastra Tabalong berhasil meraih posisi Juara II dalam kompetisi tersebut.
Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas dan keunikan produk lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional. Capaian ini pun diharapkan mampu mendongkrak promosi dan ekonomi kreatif Kabupaten Tabalong.
Bupati Kotabaru menandatangani adendum nota kesepakatan bersama terkait Proyek Strategis di Kalimantan Selatan. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam melanjutkan realisasi proyek pembangunan tersebut.
Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Dengan adanya adendum ini, diharapkan berbagai kendala dapat diatasi dan proyek segera berjalan sesuai target.
Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor: Sukarli
Hak cipta © ANTARA 2026