KALIMANTAN SELATAN — Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 yang berlangsung di Korea Selatan resmi mengumumkan jajaran tamu dan program lengkap edisi tahun ini. Festival yang selama ini menjadi barometer sinema Asia itu menghadirkan nama-nama besar dari Hollywood hingga Asia Timur, dengan fokus pada perayaan karya sineas lintas generasi.
Salah satu sorotan utama adalah kembalinya Michelle Yeoh, aktris pertama Asia yang memenangkan Academy Award untuk kategori aktris terbaik. Ia dijadwalkan menerima penghargaan Asian Filmmaker of the Year di Busan tahun ini, menandai kunjungan pertamanya ke festival sejak 15 tahun terakhir.
Yeoh juga akan tampil dalam film penutup seksi gala presentation berjudul "It's My Time" arahan sutradara Bai Xue. Dalam film itu, Yeoh berperan sebagai perempuan berusia 70 tahun yang menghadapi tantangan tak terduga.
Sementara itu, aktris Prancis Isabelle Huppert membawa film terbarunya "All About Corinne" karya sutradara Marc Fitoussi, yang menandai kolaborasi keempat keduanya. Maggie Gyllenhaal melakukan kunjungan pertamanya ke Korea dengan proyek "Flesh Impact", yang dibuat untuk menandai seratus tahun kelahiran Marilyn Monroe.
Seksi gala presentation BIFF tahun ini menayangkan lima film dengan kehadiran sutradara dan pemainnya. Kore-eda Hirokazu membuka seksi ini dengan "Look Back", adaptasi dari manga karya Fujimoto Tatsuki. Film lain yang tayang adalah "A Girl's Story" dari Judith Godrèche, yang mengadaptasi memoar pemenang Nobel Annie Ernaux tentang masa remaja seorang perempuan.
Film "Dora" arahan July Jung, yang sebelumnya tayang perdana di Directors' Fortnight Cannes, melengkapi jajaran penutup seksi gala. Judul lain yang masuk daftar ini adalah "Roma Elastica" dari sutradara Perancis Bertrand Mandico yang dibintangi Marion Cotillard.
Kompetisi utama BIFF yang menjadi ajang unggulan sinema Asia menampilkan 14 film dari Korea, Jepang, China, Taiwan, Iran, Uzbekistan, dan Indonesia. Empat di antaranya merupakan debut penyutradaraan dan empat film digarap sineas perempuan.
Dari Indonesia, ada dua nama yang masuk kompetisi ini: Eddie Cahyono dengan "Ibuku" dan Yosep Anggi Noen dengan "The Sea Speaks His Name". Sutradara Iran Majid Majidi, yang dikenal lewat "Children of Heaven", juga hadir pertama kali di Korea dengan film kompetisinya "Midday Meal".
Jajaran kompetisi lainnya mencakup "The Day After Sunday" dari Kato Takuya, "Descendants" karya Chen Jiwen, "The First Taste of Loneliness" dari Gu You, hingga "Satoko Always" arahan Okita Shuichi.
Selain nama-nama di kompetisi utama, BIFF tahun ini menghadirkan sejumlah ikon sinema Asia. Ann Hui dari Hong Kong dijadwalkan menerima Camellia Award, sementara aktris Indonesia Christine Hakim juga masuk daftar tamu undangan. Kehadiran Hakim menjadi koneksi penting antara industri film Indonesia dan ekosistem festival film Asia.
Dari Jepang, sutradara animasi Rintaro hadir untuk membahas karyanya "Metropolis", dan Lav Diaz dari Filipina kembali setelah sepuluh tahun. Sutradara Taiwan Tsai Ming-liang juga kembali untuk tahun kedua berturut-turut dengan entri baru dalam serial "Walker" miliknya.
Jayanya delegasi aktor Jepang juga tampak tahun ini, dipimpin Nagasawa Masami, bersama Emoto Tasuku, Ishibashi Shizuka, Kuroki Haru, Yokohama Ryusei, Yamazaki Kento, hingga Sawajiri Erika. Nama-nama internasional muda seperti Yeh Shuhua, Michelle Mao, Jin Ha, dan bintang Thailand Davika Hoorne juga dikonfirmasi hadir.
Selain kompetisi utama, BIFF menghadirkan seksi Icons yang menampilkan 35 film karya maestro sinema dunia. Deretan judulnya mencakup "All of a Sudden" dari Hamaguchi Ryusuke, "Bitter Christmas" karya Pedro Almodóvar, "Coward" dari Lukas Dhont, hingga film animasi "Ray Gunn" arahan Brad Bird dengan pengisi suara Sam Rockwell, Scarlett Johansson, dan Tom Waits.
Seksi Window on Asian Cinema menambah 28 judul dari sineas Asia dan diaspora, termasuk "Diary of a Mad Old Man" dari Wayne Wang, "Four Seasons in Java" dari Kamila Andini, dan "Not a Hero" karya Rima Das. Festival ini juga mengumumkan program penghormatan untuk mendiang aktor Ahn Sung-ki serta berita pasar dari Asian Contents & Film Market, termasuk debut Thailand sebagai Country of Honor.
Film Indonesi?
apa saja yang masuk kompetisi utama Busan 2026? A: Ada dua film, yaitu "Ibuku" karya Eddie Cahyono dan "The Sea Speaks His Name" karya Yosep Anggi Noen.