First Ride Bentley Torcal 2028: SUV Listrik Mewah yang Tak Sekadar Kencang

Penulis: Andi Pratama  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:50:02 WIB
Bentley Torcal 2028 tampil dalam sesi uji berkendara tertutup di area Car Week Monterey, California, Amerika Serikat.

KALIMANTAN SELATAN — Bentley sadar betul posisinya sebagai pendatang baru di segmen EV. Setelah Porsche dan Mercedes-Benz lebih dulu bermain, Torcal harus menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar akselerasi 0-100 km/jam yang mengesankan. Dalam sesi berkendara singkat di area Car Week Monterey pekan lalu, tim redaksi The Drive berkesempatan merasakan langsung prototype Torcal yang masih disamarkan.

Produk yang akan meluncur pada 2028 ini berbagi platform dengan Porsche Cayenne listrik. Namun, dari sisi penyaluran tenaga, Bentley memilih karakter yang bertolak belakang dengan saudara sekelasnya itu. Daya maksimalnya berada di kisaran 850 PS (sekitar 840 hp), diposisikan di antara Cayenne S dan Turbo, tetapi bukan itu poin utamanya.

Filosofi "Effortless Progression" yang Jadi Jati Diri

Martin Page, product line manager Bentley, berulang kali menekankan satu frasa saat timnya menyetel respons powertrain Torcal: "effortless progression". Ini bukan sekadar jargon pemasaran. Di atas kertas, Torcal memang hadir dengan bobot yang mirip Cayenne listrik, tapi cara kerjanya di jalan benar-benar berbeda.

Setirnya sengaja dibuat tidak terlalu agresif di area on-center. Responsnya bertahap mengikuti putaran roda kemudi, menciptakan ilusi bahwa mobil ini meluncur mulus melewati ketidaksempurnaan aspal tanpa perlawanan berarti. Sensasinya adalah mobil yang mengontrol jalan, bukan sebaliknya.

Bukan Sekadar Suara Sintetis, Ini Orkestra Bertenaga

Masalah terbesar EV mewah adalah keheningan yang justru terasa hambar. Bentley menolak solusi instan berupa suara mesin sintetis tiruan. Tim pengembangan justru mencari stimuli yang diasosiasikan manusia dengan tenaga, tanpa meniru sumber aslinya. Hasilnya adalah soundtrack instrumental yang dimainkan oleh drum, viola, dan bass gitar.

Yang menarik, suara ini tidak terhubung dengan kecepatan kendaraan, melainkan dengan beban kerja motor listrik. Saat pedal gas diinjak dalam-dalam, ritme drum semakin cepat dan nada rendahnya terasa berdentum di dada. Sebaliknya, saat melaju santai, alunan musiknya terdengar tenang. Ini bukan sekadar efek samping, melainkan bagian dari pengalaman berkendara yang dirancang terasa "benar" dan organik.

Menolak Teknologi Porsche Demi Kenyamanan Khas Bentley

Menariknya, Bentley sengaja tidak mengadopsi teknologi Porsche Active Ride yang tersedia di platform yang sama. Sistem 800-volt yang mendukung suspensi aktif tersebut memang ada di Torcal, sehingga respons redamannya tetap gesit. Namun, pabrikan memilih untuk tidak mengutak-atik sistem tersebut karena dinilai bertentangan dengan misi utama mobil ini: kenyamanan absolut ala Bentley.

Keputusan lain yang cukup mengejutkan adalah tidak adanya layar penumpang di kabin Torcal. Ini menjadi sinyal kuat bahwa Bentley tetap memegang teguh posisinya sebagai "driver's luxury car". Fokus utama tetap pada pengemudi, sebuah langkah berani di tengah tren kabin yang dipenuhi layar digital.

Dengan pendekatan yang tidak biasa ini, Bentley berharap Torcal bisa menjadi jawaban atas pertanyaan besar: bagaimana membuat EV yang menarik di mata para kolektor mobil mewah yang sudah terbiasa dengan karakter mesin V8 dan W12 yang ikonik.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: thedrive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top