KALIMANTAN SELATAN — Kami menguji Galaxy Z Fold8 Ultra sebagai perangkat utama untuk bekerja, mengonsumsi media, dan sesekali gaming berat. Perangkat ini datang dengan segudang klaim peningkatan di semua aspek, dan setelah pemakaian intensif, sebagian besar klaim tersebut terbukti—tetapi ada beberapa catatan penting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan membeli.
Samsung jelas melakukan pekerjaan rumah mereka di sektor konstruksi. Engsel generasi terbaru terasa jauh lebih kokoh dibanding pendahulunya, tidak ada goyangan saat layar dibuka setengah, dan mekanisme buka-tutupnya memberikan feedback yang memuaskan. Ini adalah peningkatan signifikan yang langsung terasa di hari pertama pemakaian.
Namun, jujur saja, lipatan layar di bagian tengah masih bisa dirasakan—baik secara visual maupun saat jari menyapu layar. Ini bukanlah kekurangan fatal, tapi untuk harga setinggi ini, ekspektasi untuk layar yang lebih mulus adalah hal yang wajar. Bobot perangkat juga masih terasa berat di saku celana, konsekuensi yang harus diterima untuk mendapatkan layar selebar itu.
Layar utama 7,6 inci dengan refresh rate adaptif adalah alasan utama orang membeli perangkat ini. Kombinasi panel AMOLED yang lebih terang membuat penggunaan di bawah sinar matahari langsung jauh lebih nyaman dibanding generasi sebelumnya. Bagi pekerja kreatif atau pebisnis yang sering membaca dokumen dan membalas email, ruang layar ini tetap menjadi nilai jual utama yang tak tertandingi oleh smartphone biasa.
Multitasking dengan tiga aplikasi sekaligus berjalan mulus tanpa lag. App Continuity yang memindahkan aplikasi dari layar cover ke layar utama juga bekerja dengan mulus. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua aplikasi dioptimalkan dengan baik untuk layar besar—beberapa aplikasi media sosial masih tampak "kepanjangan" dan tidak memanfaatkan ruang layar secara efisien.
Untuk urusan performa, tidak ada yang perlu diragukan. Chipset terbaru Snapdragon dengan RAM besar membuat semua aktivitas terasa instan. Gaming berat dengan setting grafis tertinggi berjalan lancar, dan thermal management-nya cukup baik—perangkat tidak cepat panas meski sesi gaming panjang.
Sayangnya, daya tahan baterai masih menjadi kelemahan struktural dari perangkat lipat. Dengan pemakaian normal—email, chat, browsing, dan sedikit video—perangkat ini rata-rata bertahan hingga sore hari sebelum perlu diisi ulang. Untuk pemakaian berat dengan layar utama terus terbuka, Anda hampir pasti butuh charger di tengah hari. Kecepatan charging-nya juga masih kalah dari kompetitor China di kelas harga yang sama, yang sudah menawarkan pengisian 100W ke atas.
Sistem kameranya menghasilkan foto yang tajam dengan warna khas Samsung yang kontras dan jenuh. Untuk kebutuhan harian, hasilnya sangat memuaskan. Namun, jika Anda adalah mobile photographer yang mengutamakan kamera, perlu diingat bahwa perangkat lipat Samsung masih kalah dari lini Galaxy S Ultra dalam hal zoom dan kualitas foto di kondisi cahaya sangat minim. Ini adalah kompromi yang harus diterima demi mekanisme lipat.
Galaxy Z Fold8 Ultra adalah perangkat yang luar biasa secara teknis, tetapi bukan untuk semua orang. Perangkat ini sangat cocok untuk profesional yang butuh layar besar dalam genggaman, atau pengguna yang menginginkan pengalaman smartphone paling futuristik yang tersedia saat ini. Jika Anda sering membaca dokumen, presentasi, atau butuh produktivitas maksimal di perangkat mobile, nilai jualnya jelas.
Namun, jika prioritas Anda adalah daya tahan baterai, kecepatan charging, atau kamera terbaik yang bisa dibeli dengan uang Anda, ada pilihan lain yang lebih rasional dengan harga lebih terjangkau. Pada akhirnya, Z Fold8 Ultra adalah perangkat untuk mereka yang benar-benar membutuhkan faktor bentuk lipat, bukan untuk mereka yang sekadar ingin ponsel mahal. Untuk harga yang Anda bayarkan, pastikan Anda benar-benar akan memanfaatkan layar lipatnya setiap hari.