Smart #2 Siap Rilis 2027: EV Mungil dengan Jarak Tempuh 400 Km yang Perlu Dicermati

Penulis: Budi Santoso  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:58:01 WIB
Mobil listrik Smart #2 dipamerkan di ajang Paris Motor Show 2026.

KALIMANTAN SELATAN — Smart tidak pernah benar-benar meninggalkan identitasnya sebagai spesialis kendaraan mungil. Setelah sempat melebarkan sayap ke segmen SUV dengan #1 dan #3, pabrikan asal China itu kini bersiap kembali ke akar: sebuah city car listrik bernama Smart #2 yang kabarnya akan mulai dipasarkan pada awal 2027.

Informasi ini masih berstatus bocoran dan belum ada konfirmasi resmi dari pabrikan. Namun, dari data yang beredar, #2 dirancang sebagai penerus semangat ForTwo—mobil perkotaan ikonik yang dulu populer di Eropa—dengan platform listrik modern. Pertanyaannya: apakah sekadar nostalgia, atau benar-benar solusi mobilitas kota yang relevan di 2027?

Desain Kompak dengan Sentuhan Retro yang Dipertahankan

Salah satu daya tarik utama Smart #2 adalah keputusan desainnya yang mempertahankan karakter wajah khas generasi awal Smart. Grille depan dengan desain unik—yang sempat menjadi ciri khas ForTwo—dikabarkan tetap dipertahankan, bahkan tersedia sebagai opsi tambahan bagi konsumen yang menginginkan nuansa retro.

Dimensinya yang mungil jelas menjadi nilai jual utama. Di tengah tren SUV listrik yang semakin besar dan berat, kehadiran mobil sekecil ini menawarkan alternatif yang lebih praktis untuk jalanan padat, parkir sempit, dan manuver di perkotaan. Namun, perlu diingat bahwa bodi kompak biasanya berarti ruang kabin terbatas—terutama untuk penumpang belakang dan bagasi. Ini adalah kompromi yang harus diterima calon pembeli.

Jarak Tempuh 400 Km: Angka CLTC yang Perlu Dibaca dengan Kritis

Klaim paling menarik dari Smart #2 adalah jarak tempuh hampir 400 kilometer. Tapi ada catatan penting di sini: angka tersebut dihasilkan dari metode pengujian CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle), standar yang digunakan di China dan dikenal lebih "ramah" terhadap angka jarak tempuh dibandingkan WLTP (Eropa) atau EPA (Amerika).

Dalam kondisi nyata, beberapa faktor akan memangkas angka tersebut secara signifikan: kecepatan tinggi di tol, suhu ekstrem (baik panas maupun dingin), kondisi jalan macet, gaya berkendara agresif, beban kendaraan, dan penggunaan AC. Pengguna di Indonesia, misalnya, yang hampir selalu menyalakan AC di cuaca panas, kemungkinan besar akan melihat angka real-world jauh di bawah 400 km.

Meski begitu, untuk sebuah mobil dengan dimensi sangat kompak, klaim tersebut tetap menjanjikan. Jika angka WLTP-nya nanti berada di kisaran 300-an km, itu sudah cukup untuk kebutuhan harian kota—bahkan dengan sisa cadangan untuk perjalanan antar kota pendek.

Produksi China dan Jadwal Peluncuran yang Jelas

Smart #2 akan diproduksi di China, sejalan dengan kepemilikan bersama antara Mercedes-Benz dan Geely. Setelah proses sertifikasi selesai, mobil ini diproyeksikan memasuki pasar pada awal 2027. Kemunculan publik pertamanya direncanakan di Paris Motor Show pada Oktober 2026—pilihan lokasi yang masuk akal mengingat Eropa adalah pasar utama mobil sekelas ini.

Belum ada informasi resmi mengenai harga. Namun, melihat posisi Smart di segmen premium city car dan persaingan dengan model seperti Mini Cooper Electric atau Fiat 500e, harga Smart #2 diprediksi tidak akan murah. Untuk pasar Indonesia, jika masuk, kemungkinan harganya akan berada di atas Rp 600 juta—sebuah angka yang menempatkannya di kelas yang sama dengan kompetitor premium lainnya.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Menunggu

Smart #2 menarik, tapi ada beberapa hal yang perlu dicermati. Pertama, standar CLTC yang optimistis membuat klaim jarak tempuh perlu diverifikasi ulang dengan pengujian independen. Kedua, sebagai mobil kompak, kenyamanan berkendara di jalan rusak atau polisi tidur mungkin akan terasa lebih keras dibandingkan SUV. Ketiga, jaringan servis dan ketersediaan suku cadang di Indonesia masih menjadi pertanyaan besar—Smart belum memiliki kehadiran dealer resmi yang luas di Tanah Air.

Dengan desain yang mempertahankan karakter ikonik, dimensi yang mudah dikendalikan, dan klaim jarak tempuh mendekati 400 km, Smart #2 berpotensi menjadi salah satu city car listrik paling menarik saat meluncur. Tapi calon pembeli sebaiknya menunggu data pengujian real-world dan konfirmasi harga resmi sebelum menaruh ekspektasi terlalu tinggi.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: sumeks.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top