BANJARMASIN — Gubernur Kalimantan Selatan memberikan tanggapan terkait mulai naiknya harga pangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Pemerintah provinsi memastikan akan memantau perkembangan harga dan meminta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas pasokan.
Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian serius Pemprov Kalimantan Selatan. Gubernur menyampaikan bahwa langkah koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pihak terkait akan dilakukan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap daya beli masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menekankan pentingnya data lapangan yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan. Beberapa langkah yang menjadi fokus dalam penanganan kenaikan harga pangan di HST antara lain:
Hingga saat ini, pemerintah daerah masih melakukan evaluasi terhadap faktor penyebab utama kenaikan harga di tingkat pedagang. Ketersediaan stok dan kondisi cuaca menjadi beberapa variabel yang turut memengaruhi pergerakan harga di pasar.
Gubernur juga mengimbau para pelaku usaha dan pedagang untuk tidak menahan stok atau melakukan spekulasi yang dapat merugikan konsumen. Pemerintah akan menindak tegas praktik yang melanggar ketentuan apabila ditemukan bukti di lapangan.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu gejolak harga lebih lanjut. Pemprov Kalimantan Selatan berkomitmen menjaga ketersediaan pangan dengan harga yang wajar dan stabil.
Pemerintah provinsi akan terus memperbarui data perkembangan harga di HST dan wilayah lainnya sebagai bahan evaluasi berkala. Jika diperlukan, kebijakan intervensi pasar akan segera diterapkan untuk memastikan keterjangkauan harga bagi warga.