KALIMANTAN SELATAN — Suzuki, di sisi lain, meluncurkan New XL7 dengan pembaruan eksterior dan fitur, plus Fronx SGX Hybrid Kuro—edisi khusus serba hitam yang mengandalkan teknologi mild hybrid SHVS. Fronx Kuro ini menarik buat yang mau tampil beda tanpa keluar banyak uang.
Mazda datang dengan tiga senjata. Mazda 6e Fastback jadi sedan listrik pertama di Indonesia, dibanderol Rp 850 juta. Ini bukan harga murah, tapi Mazda memang tidak pernah main di segmen bawah.
Yang lebih penting: All-New CX-5 mulai Rp 599 juta dan New CX-30 yang kini sudah dirakit lokal dengan harga Rp 499 juta. Rakit lokal biasanya berarti harga lebih bersahabat dan suku cadang lebih mudah didapat—dua hal yang sering dilupakan pembeli pertama.
Lexus meluncurkan RZ 600e, SUV listrik premium dengan peningkatan performa. Subaru membawa All-New Outback dengan bahasa desain baru dan fitur keselamatan aktif terkini.
Nissan, yang belakangan sepi di Indonesia, mencoba bangkit lewat Fairlady Z 2026. Mobil sport legendaris ini dibekali mesin V6 3.000 cc twin-turbo bertenaga 400 HP. Ini bukan mobil harian—ini mobil untuk orang yang sudah punya harian dan mau sesuatu yang bikin jantung berdebar.
Wuling memperkuat lini elektrifikasinya lewat Aira EV, city car listrik 4 pintu penerus Air EV. Tersedia dua pilihan baterai: Standard Range 205 km dan Long Range yang jarak tempuhnya lebih jauh (standar CLTC).
Dengan harga yang diprediksi agresif, Aira EV bakal jadi pertimbangan utama sebelum orang memutuskan memesan Honda Super One. Pertanyaannya: apakah Wuling bisa meyakinkan pembeli soal durabilitas baterai jangka panjang? Itu yang belum terjawab dari pameran.
GIIAS 2026 jelas tidak kekurangan pilihan. Tapi ingat, pameran itu panggung pabrikan—mereka selalu tampil cantik. Keputusan membeli sebaiknya menunggu test drive dan review jangka panjang, bukan sekadar melihat kilau lampu panggung.