BANJARBARU — Memasuki pekan kedua Agustus, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan diprediksi cerah berawan dengan suhu udara yang cukup panas. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarmasin, Rara Rahmita Nurafifah, menyebut suhu berkisar antara 23 hingga 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara 48–99 persen.
Angin diprakirakan bertiup dari arah Timur Laut hingga Selatan dengan kecepatan 5–30 kilometer per jam. Kondisi ini berlaku untuk periode 5–11 Agustus 2026, berdasarkan pembaruan prakiraan yang dirilis Selasa (4/8/2026).
Meski didominasi cerah, BMKG tidak menampik adanya potensi hujan ringan yang bersifat lokal. Pada 5–7 Agustus 2026, hujan ringan berpeluang terjadi di wilayah bagian timur yang meliputi Kotabaru dan Tanah Bumbu, serta wilayah selatan seperti Tanah Laut.
“Secara umum kondisi cuaca Kalimantan Selatan dalam satu minggu ke depan didominasi cerah hingga berawan. Namun, masih terdapat potensi hujan ringan yang bersifat lokal di beberapa wilayah, sehingga masyarakat tetap diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG,” ujar Rara, dikutip dari Media Center Kalsel.
Sementara itu, wilayah bagian utara yang mencakup Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Utara diprakirakan cerah berawan. Kondisi serupa juga berlaku untuk wilayah barat, termasuk Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Banjarbaru.
Memasuki periode 8–11 Agustus 2026, sebagian besar wilayah Kalsel tetap cerah hingga berawan. Peluang hujan ringan hanya tersisa di bagian timur, khususnya Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.
BMKG memastikan tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem selama periode tersebut. Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi aktivitas di laut.
Imbauan serius disampaikan BMKG untuk masyarakat pesisir. Nelayan, kapal tongkang, maupun kapal ferry diminta mewaspadai potensi gelombang laut yang dapat mencapai 2,5 meter di perairan Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru pada 6–8 Agustus 2026.
Selain itu, terdapat potensi pasang air laut maksimum di perairan muara Sungai Barito pada 10–11 Agustus 2026 pukul 04.00–06.00 Wita. Ketinggian pasang diprakirakan mencapai maksimum 2,6 meter.
Menghadapi kondisi kering ini, BMKG mengingatkan warga untuk menghemat penggunaan air. Masyarakat juga disarankan memanen air hujan sebagai cadangan, serta mengantisipasi potensi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, memanen air hujan sebagai cadangan, serta mengantisipasi potensi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu,” tandas Rara.