BANJARMASIN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan percepatan penempatan tenaga kerja melalui Job Fair Kalsel 2026 yang resmi dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel M. Syarifuddin, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 6 Agustus ini mempertemukan 46 perusahaan dari sektor perbankan, manufaktur, perkebunan, pertambangan, hingga telekomunikasi dengan ribuan pencari kerja.
Pembukaan ditandai penabuhan tambur oleh Sekdaprov M. Syarifuddin mewakili Gubernur Muhidin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kehadiran bursa kerja ini merupakan wujud sinergi tiga pihak.
“Job Fair ini merupakan bentuk kesungguhan pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujarnya di lokasi acara.
Di tengah optimisme penurunan angka pengangguran, Syarifuddin mengingatkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak lagi sekadar ketersediaan lapangan pekerjaan. Menurutnya, kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri menjadi tantangan yang lebih mendesak.
“Tantangan ketenagakerjaan tidak hanya soal lapangan kerja, tetapi juga kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri,” katanya.
Ia pun mendorong para pencari kerja untuk terus mengasah kemampuan di tengah percepatan digitalisasi. “Jangan pernah berhenti belajar, karena kesempatan lebih mudah datang kepada mereka yang siap,” tandasnya.
Kepala Disnakertrans Kalsel Irfan Sayuti merinci total ribuan posisi yang ditawarkan dalam bursa kerja tiga hari tersebut. Selain 1.945 lowongan dalam negeri dan 500 lowongan alih daya, tersedia pula 10 lowongan khusus penyandang disabilitas sebagai bentuk komitmen inklusivitas.
Sektor luar negeri turut menjadi perhatian. Melalui BP3MI Provinsi Kalimantan Selatan, sebanyak 350 peluang kerja ke luar negeri dibuka bagi masyarakat yang berminat bekerja di mancanegara.
“Dalam rangka memfasilitasi masyarakat pencari kerja serta menekan angka pengangguran, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Job Fair Kalsel Tahun 2026,” tutur Irfan.
Data yang dipaparkan Disnakertrans menunjukkan perbaikan kondisi pasar tenaga kerja regional. Tingkat Pengangguran Terbuka Kalsel tercatat turun dari 3,94 persen pada Februari 2025 menjadi 3,80 persen pada Februari 2026.
Irfan menyampaikan apresiasi kepada puluhan perusahaan yang berpartisipasi dalam acara ini. Ia berharap kehadiran mereka mampu mempercepat proses penempatan tenaga kerja sesuai kompetensi masing-masing pencari kerja.
Usai seremoni pembukaan, Sekdaprov M. Syarifuddin meninjau sejumlah stan peserta untuk melihat langsung layanan rekrutmen yang ditawarkan kepada masyarakat. Job Fair Kalsel 2026 berlangsung di Gedung Sultan Suriansyah dan dapat diakses gratis oleh publik selama tiga hari ke depan.