BANJARMASIN — Ruas Jalan Veteran Kilometer 5,5 di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, kini memasuki tahap akhir perbaikan. Jalan yang amblas sepanjang sekitar 50 meter dengan kedalaman satu hingga 1,5 meter itu ditargetkan rampung dan bisa dilalui kembali pada 10 Agustus 2026.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Muhammad Rosehan Noor Bahri, SH, menegaskan bahwa penutupan total jalan harus dipertahankan selama masa pemadatan berlangsung. Hal ini disampaikannya saat meninjau lokasi bersama rombongan wartawan Pers Room Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (3/8/2026).
Kepala Seksi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Misna Putri Wiharti, menjelaskan bahwa pekerjaan saat ini sedang fokus pada pemadatan lapis pondasi bawah (LPB). Proses ini dinilai krusial untuk memastikan struktur tanah benar-benar stabil sebelum diaspal.
"Pemadatan ini dilakukan sampai kondisi benar-benar stabil. Setelah itu baru dilanjutkan dengan pekerjaan pengaspalan sebelum akses dibuka kembali," jelas Misna di lokasi.
Rosehan mengingatkan kontraktor pelaksana bersama Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan untuk tidak terburu-buru. Ia menyoroti informasi adanya retakan di badan jalan yang sempat muncul dan meminta penyebabnya dipastikan secara tuntas.
"Jangan sampai muncul informasi seperti tadi pagi bahwa jalannya retak. Kalau memang ada retakan, harus dipastikan penyebabnya dan jangan sampai menjadi tanda-tanda terjadinya longsor kembali," tegasnya.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, kepastian kondisi struktur jalan menjadi syarat mutlak agar hasil pekerjaan berkualitas dan tidak kembali rusak setelah dibuka untuk umum.
Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengimbau warga untuk tidak melintasi ruas Jalan Veteran Sungai Lulut selama proses pekerjaan berlangsung. Dukungan masyarakat dalam mematuhi penutupan jalan dinilai menentukan ketepatan waktu penyelesaian proyek.
"Kami ingin memastikan persiapan penutupan pekerjaan menuju tanggal 10 Agustus sudah benar-benar siap," ujar Rosehan.
Dengan progres yang telah mencapai 90 persen, diharapkan ruas jalan yang menjadi akses penting warga Banjarmasin Timur ini dapat segera digunakan kembali dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman.