AMUNTAI — Sebanyak 102 pelaku usaha lokal di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) E-Purchasing Mini Kompetisi yang digelar Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda HSU di Aula Karya Sadaya BPKAD, Senin. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Baskoro Ari Wibowo, JF Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Ahli Muda dari Kota Yogyakarta.
Kepala Bagian PBJ Setda HSU, Rizal Fahmi, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas. Target utamanya adalah mengubah cara kerja kontraktor lokal dalam menghadapi proyek pemerintah yang kini serba digital.
"Melalui kegiatan ini kami berharap para penyedia jasa konstruksi memahami kebijakan Katalog Elektronik, mekanisme Mini Kompetisi, serta tata cara penayangan produk," ujar Rizal.
Dorongan untuk beradaptasi dengan regulasi digital datang langsung dari pucuk pimpinan daerah. Asisten II Setda HSU, Akhmad Rijani, membacakan amanat tertulis Bupati HSU Sahrujani yang menekankan pentingnya pembaruan wawasan secara berkelanjutan.
"Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk menambah wawasan, memperkuat kemampuan, dan membangun sinergi antara pemerintah dengan pelaku usaha," tegas Akhmad di hadapan para peserta.
Penguasaan sistem e-purchasing menjadi krusial karena proses tender konstruksi di lingkungan pemkab kini mengarah pada transparansi penuh. Kontraktor yang gagal memahami mekanisme ini otomatis tertinggal dalam perebutan proyek.
Pemerintah daerah memproyeksikan kegiatan ini mampu mendongkrak mutu pekerjaan konstruksi di HSU. Lebih dari itu, pemberdayaan kontraktor lokal diharapkan mendorong perputaran uang tetap berada di dalam daerah.
Dengan pemahaman yang baik terhadap Katalog Elektronik, para penyedia jasa tidak lagi bergantung pada perantara atau calo proyek. Mereka bisa langsung menayangkan produk dan bersaing secara sehat berdasarkan kapasitas dan harga.
Langkah ini sejalan dengan upaya menciptakan tata kelola keuangan yang efisien, transparan, dan akuntabel di tingkat lokal. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha pun diharapkan semakin kuat seiring meningkatnya kapabilitas teknis para kontraktor.