BARABAI — Tujuh titik kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sepanjang Juli 2026. BPBD setempat mencatat total lahan terbakar mencapai 18,65 hektare, sementara area yang berhasil dipadamkan baru seluas 4,6 hektare.
Kebakaran terjadi di delapan desa yang tersebar di empat kecamatan. Lahan yang terbakar didominasi semak belukar, kebun warga, hingga ranting pohon rumbia.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST, Fitriadinoor, merinci lokasi kebakaran meliputi:
Fitriadinoor menjelaskan, musim kemarau meningkatkan potensi karhutla secara signifikan. Ia meminta warga menghentikan kebiasaan membakar rumput kering atau sampah karena api mudah meluas dan sulit dikendalikan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar hutan, lahan, sampah, maupun rumput kering secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan," ujarnya kepada pojokbanua.com, belum lama tadi.
Selain soal pembakaran lahan, BPBD juga mengingatkan warga untuk memeriksa instalasi listrik rumah secara berkala. Korsleting listrik disebut menjadi salah satu pemicu kebakaran yang kerap terjadi saat cuaca panas.
"Periksa instalasi listrik secara berkala dan pastikan kondisinya aman. Langkah sederhana ini penting untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang dapat menjadi penyebab kebakaran," katanya.
BPBD meminta partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan potensi kebakaran sekecil apa pun. Laporan yang cepat dinilai menentukan efektivitas pemadaman sebelum api meluas ke area yang lebih besar.
"Apabila melihat adanya titik api atau potensi kebakaran, segera hubungi BPBD, Damkar, TNI, Polri, aparatur desa, maupun relawan setempat. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula upaya pemadaman dapat dilakukan sehingga api tidak meluas," ucap Fitriadinoor.
Ia menambahkan, upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pemadaman. Seluruh elemen masyarakat diminta menjaga lingkungan masing-masing agar kejadian karhutla di HST bisa diminimalkan hingga akhir musim kemarau.
"Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga diri, keluarga, dan lingkungan agar kejadian kebakaran di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dapat diminimalkan," pungkasnya.