BANJARMASIN — Target setoran dividen PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel untuk tahun buku 2026 dipatok naik menjadi Rp61 miliar. Angka ini tumbuh sekitar Rp5 miliar dibandingkan proyeksi dividen tahun buku 2025 yang sebesar Rp56 miliar.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, memastikan target tersebut seusai mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi Dua DPRD Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu lalu. Keterangan tertulisnya diterima di Banjarmasin, Sabtu.
"Untuk tahun buku 2025 yang dividennya dibayarkan pada 2026 sebesar Rp56 miliar. Target kami untuk tahun buku 2026 yang dibayarkan pada 2027 nanti sebesar Rp61 miliar," ucap Fachrudin.
Fachrudin menjelaskan, tren positif ini sejalan dengan kondisi likuiditas perbankan yang terus membaik. Perbaikan ini berdampak langsung pada kemampuan perseroan dalam meningkatkan kontribusi kepada para pemegang saham, termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Di samping mengejar pertumbuhan dividen, Bank Kalsel kini tengah gencar memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Langkah ini dinilai strategis karena pendapatan terbesar bank saat ini masih didominasi oleh pendapatan bunga kredit.
Penyaluran kredit kepada debitur skala kecil diyakini mampu menjadi motor utama pendapatan perusahaan sekaligus mendorong perluasan usaha masyarakat. Ekspansi ini diharapkan memperkuat kontribusi Bank Kalsel terhadap roda pembangunan ekonomi di Banua.
Dengan postur pendapatan yang bergantung pada bunga kredit, pertumbuhan pembiayaan UMKM menjadi kunci keberlanjutan kinerja keuangan perseroan. Perluasan akses modal bagi pelaku usaha kecil dinilai berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal.
Proyeksi kenaikan dividen ini menjadi sinyal positif bagi pemegang saham atas kesehatan fundamental Bank Kalsel di tengah dinamika industri perbankan daerah.