BANJARBARU — Rapat yang berlangsung sekitar satu jam itu menghadirkan Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Kalselteng, Faharudin Fajar. Syahrial membuka dialog dengan menyampaikan keluhan langsung dari konstituennya di lapangan. "Banyak masyarakat mengeluhkan durasi pemadaman yang cukup lama. Kami berharap permasalahan ini segera dituntaskan, pasokan listrik kembali normal tanpa adanya pemadaman bergilir," tegasnya.
Syahrial menyoroti sektor UMKM sebagai pihak paling terdampak. Usaha mikro seperti warung makan, bengkel, dan laundry disebutnya mengalami kerugian langsung karena mesin dan peralatan tak bisa beroperasi penuh. "Kami meminta penjelasan langsung terkait pemadaman bergilir ini. PLN menjelaskan saat ini sedang ada perbaikan di beberapa titik," ujar Ketua DPRD Banjarbaru.
Ia juga meminta agar PLN tidak memusatkan pemadaman pada satu wilayah saja. Menurutnya, distribusi beban pemadaman harus merata agar tak ada kawasan yang terus-terusan gelap sementara wilayah lain relatif normal.
Menanggapi desakan DPRD, Faharudin Fajar membeberkan penyebab teknis di balik pemadaman bergilir. Ia menjelaskan bahwa gangguan terjadi pada unit pembangkit, tepatnya di PLTU Asamasam. Proses perbaikan di PLTU tersebut, kata dia, terus berjalan dan sempat ditinjau langsung oleh Kabinda melalui video call bersama Gubernur Kalimantan Selatan.
"Proses perbaikan diperkirakan selesai sepenuhnya pada 25 Agustus," ungkap Faharudin. Ia menambahkan, perkembangan positif sudah terlihat dengan berkurangnya durasi pemadaman dari perkiraan awal yang mencapai 5 hingga 7 jam.
Faharudin juga mengungkapkan bahwa tambahan pasokan listrik sebesar 100 megawatt (MW) dari Independent Power Producer (IPP) turut membantu meringankan beban sistem kelistrikan. Hal ini membuat intensitas pemadaman berangsur menurun. "Objek vital seperti rumah sakit, bandara, kantor pelayanan publik, dan pusat data, kami upayakan tetap mendapatkan pasokan listrik," tegasnya.
PLN UID Kalselteng meminta dukungan dan pengertian masyarakat selama proses pemulihan sistem kelistrikan berlangsung. Perusahaan plat merah ini berkomitmen mengoptimalkan seluruh sumber daya agar sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali normal dan andal.