PPP Kabupaten Banjar Targetkan 10 Kursi DPRD pada Pemilu 2029, Butuh Soliditas Kader

Penulis: Budi Santoso  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 09:49:01 WIB
Ketua DPC PPP Kabupaten Banjar, Febrianor Rahman, memimpin konsolidasi partai untuk menargetkan perolehan 10 kursi DPRD pada Pemilu 2029.

MARTAPURA — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Banjar mulai memanaskan mesin politiknya untuk Pemilu 2029. Tidak tanggung-tanggung, partai berlambang Ka'bah itu menargetkan perolehan 10 kursi di DPRD Kabupaten Banjar pada kontestasi lima tahun mendatang.

Target 10 Kursi: Butuh Kerja Kolektif

Ketua DPC PPP Kabupaten Banjar, Febrianor Rahman, menegaskan target itu bukan sekadar angka. Ia mengatakan pencapaian tersebut hanya bisa diraih jika seluruh kader dan pengurus mampu menjaga soliditas organisasi.

"Target kami jelas, menambah perolehan kursi menjadi 10. Itu membutuhkan kerja bersama dan kekompakan seluruh kader," kata Febrianor dalam agenda konsolidasi partai, baru-baru ini.

Febrianor menilai konsolidasi internal menjadi langkah awal yang krusial sebelum menghadapi tahapan politik yang akan datang. Karena itu, ia meminta struktur partai hingga tingkat bawah aktif membangun komunikasi dengan masyarakat dan memperkuat jaringan organisasi.

Strategi: Perkuat Basis Akar Rumput

Selain memperkuat mesin partai, PPP Kabupaten Banjar berencana meningkatkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperluas basis dukungan.

Febrianor mengingatkan seluruh kader untuk mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan organisasi. Menurut dia, persatuan menjadi faktor utama untuk meningkatkan perolehan suara partai pada pemilu mendatang.

Target 10 kursi tersebut berarti PPP harus meningkatkan capaian dibandingkan hasil pemilu sebelumnya. Partai kini mulai mempersiapkan konsolidasi organisasi dan strategi politik sebagai bekal menghadapi kontestasi legislatif lima tahun mendatang.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: matarakyat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top