Insider Trading Joint Venture Rivian-VW, Dua Insinyur Volkswagen Raup Untung Rp5 Miliar

Penulis: Eko Saputro  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:59:31 WIB

KALIMANTAN SELATAN — Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) secara resmi mendakwa dua insinyur Volkswagen, Michael Stamp dan Marcus Plank, dengan tuduhan penipuan sekuritas terkait praktik insider trading yang melibatkan joint venture antara VW dan Rivian. Dakwaan yang dibuka akhir pekan lalu oleh Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York itu mengungkap bahwa kedua insinyur tersebut meraup keuntungan lebih dari 300 ribu dolar AS (sekitar Rp5 miliar) dengan membeli saham dan opsi Rivian sebelum pengumuman publik kemitraan raksasa otomotif itu.

Modus Operandi: Membeli Saham Sebelum Kabar Resmi

Menurut dakwaan, Stamp dan Plank mendapatkan informasi rahasia bahwa VW dan Rivian akan membentuk joint venture dengan nama sandi internal “Project Climb”. Joint venture tersebut fokus pada pengembangan arsitektur kendaraan listrik dan perangkat lunak. Keduanya lantas membeli saham Rivian sebelum pengumuman pada 25 Juni 2024, yang saat itu VW berkomitmen menginvestasikan 5 miliar dolar AS ke Rivian.

Begita pengumuman resmi dirilis, harga saham Rivian langsung naik 23%. Stamp dan Plank lalu menjual seluruh posisi mereka. Stamp mengantongi keuntungan sekitar 250 ribu dolar AS, Plank sekitar 50 ribu dolar AS, dan seorang anggota keluarga dekat Plank juga meraup sekitar 12 ribu dolar AS dari transaksi serupa.

Sadar Ilegal: Bukti Pencarian di Google

Investigasi mengungkap bahwa kedua insinyur itu sadar perbuatan mereka melanggar hukum. Delapan hari sebelum pengumuman joint venture, Stamp melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “statute of limitations insider trading”. Sementara itu, anggota keluarga dekat Plank mencari dalam bahasa Jerman, “how is insider trading prosecuted?”. Hal ini disebut jaksa sebagai bukti kesadaran akan tindak pidana yang dilakukan.

Jaksa AS Jay Clayton dalam pernyataan resmi mengatakan, “Michael Stamp dan Marcus Plank mengeksploitasi informasi rahasia majikan mereka untuk meraup lebih dari 300 ribu dolar AS dalam keuntungan ilegal. Ketika seseorang menyalahgunakan informasi rahasia untuk keuntungan pribadi, mereka merusak prinsip pasar yang adil dan efisien. Insider trading adalah kejahatan yang harus ditindak tegas.”

Hukuman Maksimal 25 Tahun Penjara

Kedua insinyur yang tinggal di San Jose, California, itu ditangkap pada hari Jumat dan akan dihadapkan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California. Kasus ini telah ditugaskan ke Hakim Distrik AS Katherine Polk Failla. Jika terbukti bersalah atas tuduhan penipuan sekuritas federal, Stamp dan Plank menghadapi hukuman penjara hingga 25 tahun.

Sementara itu, Rivian menolak berkomentar. Juru bicara Volkswagen mengatakan perusahaan mengetahui tindakan Departemen Kehakiman hari ini dan menegaskan bahwa “fokus tindakan ini pada individu tertentu dan tidak melibatkan tuduhan terhadap perusahaan.” Volkswagen juga menyatakan tidak dapat berkomentar lebih lanjut karena kasus masih berjalan.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para profesional di industri otomotif dan teknologi, terutama yang memiliki akses ke informasi sensitif perusahaan. Insider trading tidak hanya merugikan investor ritel, tetapi juga mengancam integritas pasar dan bisa berujung pada hukuman berat di Amerika Serikat.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top