BANJARBARU — Ancaman kabut asap belum sepenuhnya berlalu di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalsel mendeteksi titik panas yang berpotensi menjadi sumber asap baru, terutama jika lahan kering terbakar akibat suhu siang yang tinggi.
Forecaster Iklim BMKG Kalsel, M. Agvi, menyebut titik api terpantau di Kecamatan Cintapuri Darussalam. "Masih terdapat hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang di sekitar Keramat Mina dan Cintapuri," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026) sore.
Agvi menjelaskan, cuaca cerah dengan suhu siang yang tinggi membuat lahan cepat kering. Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran lahan dan munculnya titik api baru. "Kondisi cuaca yang cerah dengan suhu siang yang cukup tinggi dapat menyebabkan lahan menjadi lebih kering sehingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran," katanya.
Faktor lain yang memperparah adalah stabilitas atmosfer pada malam hingga pagi hari. Pada rentang waktu itu, udara cenderung tenang dan tidak banyak bergerak. Akibatnya, asap yang dihasilkan dari titik api atau kebakaran lahan akan bertahan dan terakumulasi di dekat permukaan tanah.
"Pada malam hingga pagi hari atmosfer cenderung lebih stabil sehingga asap lebih mudah bertahan atau terakumulasi di dekat permukaan," jelas Agvi.
Potensi kabut asap ini diprediksi terjadi pada Selasa (21/7/2026), terutama jika sumber asap atau titik api belum sepenuhnya padam. Warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, mengingat dampaknya bisa meluas dan mengganggu kesehatan.
BMKG Kalsel akan terus memantau perkembangan titik panas dan kondisi cuaca. Masyarakat dapat mengakses informasi terkini melalui kanal resmi BMKG untuk mengetahui sebaran titik api dan kualitas udara di wilayah masing-masing.