Habib Hamid Bahasyim Peringatkan Karhutla Kalsel, 16 dari 41 Hotspot di Tanah Laut, Kecamatan Panyipatan Paling Rawan

Penulis: Budi Santoso  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 14:09:01 WIB
Kecamatan Panyipatan menjadi wilayah paling rawan karhutla di Kalimantan Selatan dengan 14 dari 16 titik panas di Kabupaten Tanah Laut.

BANJARMASIN — Kecamatan Panyipatan menjadi wilayah paling rawan karhutla di Kalimantan Selatan. Dari 16 titik panas yang terdeteksi di Kabupaten Tanah Laut, sebanyak 14 hotspot berada di kecamatan tersebut.

Habib Hamid mengungkapkan, kawasan rawan lainnya meliputi Pengayuan, Bati-Bati, Banua Raya, Gunung Raja, hingga Tambang Ulang. Ia menyebut kondisi ini harus menjadi alarm serius karena Tanah Laut memiliki banyak lahan kering dan gambut yang mudah terbakar saat kemarau.

Musim Kemarau dan Suhu Tinggi Memperparah Risiko

Musim kemarau disertai suhu udara tinggi membuat potensi kebakaran permukiman maupun karhutla meningkat. Habib Hamid meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan kompor, instalasi listrik, dan aktivitas lain yang berpotensi memicu api.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, periksa instalasi listrik secara berkala, dan segera laporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani lebih cepat,” ujar politikus Fraksi PKS itu, Jumat (17/7/2026).

Kewaspadaan di Banjarbaru dan Sekitarnya

Meski Banjarbaru belum mengalami lonjakan hotspot signifikan, Habib Hamid meminta kewaspadaan tetap ditingkatkan. Ia menyoroti kawasan Bandara Syamsudin Noor, Landasan Ulin, Liang Anggang, dan wilayah bergambut lainnya sebagai zona rawan.

Habib Hamid mendesak pemerintah daerah, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi agar kebakaran tidak meluas. Ia mengingatkan kabut asap mulai terlihat di sejumlah wilayah sehingga penanganan cepat harus dilakukan sebelum situasi semakin memburuk.

Status Siaga Darurat dan Catatan Kebakaran Sebelumnya

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan status siaga darurat karhutla dan meningkatkan pemantauan hotspot di berbagai daerah. Sebelumnya, BNPB mencatat kebakaran lahan sempat terjadi di kawasan Cempaka dan Liang Anggang, Banjarbaru, pada awal Juli 2026.

“Jangan sampai Kalimantan Selatan kembali diselimuti kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya. Pencegahan harus menjadi prioritas, karena ketika api sudah membesar, kerugian yang ditimbulkan jauh lebih besar. Semua pihak harus bergerak bersama sebelum terlambat,” tegas Habib Hamid.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: kalimantanpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top